Surabaya,(DOC) – Layanan Command Center (CC) 112 milik Pemkot Surabaya, kini dikoneksikan dengan Contact Center 110 Polri. Hal ini untuk mengantisipasi para oknum penelpon gelap yang iseng dengan pura-pura melapor kejadian.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, layanan Command Center 112 sangat penting untuk membantu masyarakat yang mengalami situasi darurat.
Layanan ini dibuka selama 24 jam dan sangat mudah diakses tanpa dipungut biaya atau gratis.
“Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat, bahwa tidak ada biaya sepersen pun yang dikeluarkan untuk menghubungi layanan 112,” kata Eddy di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu(13/2/2019).
Eddy menjelaskan, masih banyak oknum yang melaporkan kejadian fiktif seperti kebakaran disuatu lokasi, namun setelah di cek nihil. Begitu juga oknum yang hanya sekedar coba-coba menelpon layanan 112.
“Ada juga yang hanya bertanya seperti nama Kepala Dinas. Ada juga yang telpon terus diam. Ada juga yang telpon terus terdengar suara ngaji,” jelasnya.
Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat agar memanfaatkan layanan 112 dengan benar pada saat menghadapi kondisi darurat.
Eddy menambahkan, line telpon layanan commad center 112 hanya ada 17 line saja, sehingga ketika penelpon masuk secara bersamaan, maka sebagian sambungan otomatis terpending dan hanya terekam di dalam database.
“Dengan pengalaman-pengalaman dari kejadian kemarin, kami mohon kepada warga untuk tidak telpon iseng lagi,” tandasnya.
Setiap laporan yang masuk, lanjut Eddy, telah ter-klasifikasi kedalam 38 kategori.
Ia memaparkan, berdasarkan data di tahun 2018 lalu, telah tercatat laporan tertinggi pada kasus kecelakan yang mencapai sekitar 12,96 persen. Kemudian disusul laporan darurat medis mencapai sekitar 8,81 persen, sambungan distribusi air PDAM sekitar 4,9 persen, PLN sebanyak 6,8 persen, dan peristiwa kebakaran sebanyaka 3,87 persen.
“Jadi ini evaluasi tahun 2018 sudah kami rekap data-data yang masuk ke kami,” ungkapnya.
Pada 3(tiga) hari terakhir ini, kata Eddy, tercatat 1025 laporan yang masuk ke CC Room 112. Rinciannya di tanggal 9 Februari, laporan masuk sebanyak 163 penelpon, namun 50 persen diantaranya ternyata palsu.
Ditanggal 10 Februari, tercatat 423 laporan penelpon masuk dan 257 laporan penelpon dinyatakan palsu. Kemudian di tanggal 11 Februari, ditemukan 263 laporan palsu dari total laporan sebanyak 439 penelpon.
“Makanya kami mohon kepada warga Kota Surabaya, mari bantu kami dengan memberikan informasi yang betul, supaya kami bisa melayani masyarakat dengan baik dan cepat. Karena yang kami layani adalah kejadian darurat, baik itu nyawa manusia, hingga nyawa binatang,” katanya.
Antisipasi penelpon palsu ke line layanan darurat 112, lanjut Eddy masih sebatas pelacakan nomer telpon dengan menggandeng pihak Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Surabaya.
Kedepan jika ada oknum penelpon iseng atau sekedar main-main, maka data rekaman dan nomor penelpon akan diserahkan ke Polrestabes Surabaya agar segera dilakukan penyelidikan. Ia memastikan setiap telpon masuk ke Call Center 112, semuanya telah tercatat, termasuk nomor telpon dan rekaman suara penelepon.
“Kita koordinasi dengan Satreskim Polrestabes Surabaya. Ketika ada telpon-telpon yang menganggu, sifatnya iseng maka Polrestabes Surabaya akan menyelidikinya,” tegasnya.
Sementara itu, Kasatreskim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengimbau kepada masyarakat apabila tidak ingin menggunakan layanan 112 setidaknya jangan menganggu, atau tidak digunakan hanya untuk sekedar iseng. Sebab, tujuan dibuat layanan 112 adalah untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang siap selama 24 jam. “Bagi yang menganggu, sesuai dengan ketentuan hukum dan aduan dari Pemkot Surabaya maka akan kami tindak lanjuti. Soal masuk atau tidak dalam kategori pidana, nanti akan kita selidiki,” katanya.
Ia menambahkan pihaknya berkomitmen untuk terus bersinergi bersama Pemkot Surabaya dalam melayani masyarakat. Bahkan, kini layanan 112 juga sudah tersambung dengan Contact Center 110 Polri. Oleh karena itu, ia menegaskan kepada masyarakat agar betul-betul memanfaatkan layanan itu dengan benar. “Saya mengimbau agar 112 dimanfaatkan dengan betul dalam hal kepentingan atau kebutuhan masyarakat Surabaya,” pungkasnya.(robby/r7)


