D-ONENEWS.COM

Penguburan 49 Paus Terdampar di Bangkalan, Pemprov Jatim Kerahkan Dua Eskavator

Bangkalan (DOC) – Proses penguburan terhadap 49 ekor ikan paus yang terdampar di perairan Modung, Bangkalan, mulai dilakukan sejak Sabtu (20/2) pagi ini. Penguburan dilakukan dengan menggunakan dua eskavator yang dikirim oleh Pemprov Jatim.

Puluhan ikan paus tersebut di kubur di area perairan Pantai Modung dengan jarak 70 meter dari bibir pantai. Sedangkan kedalaman untuk penguburannya minimal 5 meter. Ini untuk memastikan tidak adanya air yang masuk ketika terjadi pasang air laut.

Berdasarkan informasi dari pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jatim, diketahui terdapat dua titik penguburan. Titik pertama untuk 25 ekor paus yang telah mati, sedangkan di titik kedua untuk 21 ekor paus. Namun demikian, terdapat satu ikan paus mati yang harus dikuburkan secara manual karena jaraknya cukup jauh dari titik penguburan, sedangkan 4 sisanya kemungkinan terseret arus ombak saat pasang terjadi.

Sedangkan 3 ekor ikan paus yang masih hidup sudah diupayakan kembali ke laut lepas. Namun demikian, per hari ini dua ekor paus yang telah diupayakan kembali ke laut lepas, ditemukan mati meskipun telah dicoba hingga 4 kali pengembalian. Sehingga, hanya 1 ekor yang berhasil kembali ke laut lepas dan akan terus dipantau perkembangannya.

Dijelaskan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, proses penggalian dan penguburan puluhan ikan paus tersebut berjalan cukup lancar dan cepat, serta tidak ditemukan kendala yang berarti. Warga sekitar sangat kooperatif selama proses penggalian dan penguburan dilakukan.

“Dalam rangka percepatan, banyak pihak yang terjun dan ikut langsung terlibat dalam proses penguburannya. Selain Pemprov Jatim, juga turut terjun langsung diantaranya pihak Balai Besar KSDA Jatim, perwakilan Kementrian Lingkungan Hidup, TNI, Polri, para relawan dan pegiat lingkungan,┬átokoh masyarakat, Forum Koordinasi di tingkat Kecamatan Modung, Bangkalan, serta perwakilan akademisi dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair,” terang Khofifah, Sabtu (20/2).

Terkait kerja keras dan gotong royong semua pihak ini, Khofifah menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya sehingga permasalahan bisa segera teratasi. Menurutnya, ini merupakan bentuk kolaborasi dan sinergitas sebagai wujud kepedulian lingkungan.

“Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak termasuk para nelayan dan relawan, sehingga masalah paus yang terdampar ini bisa segera kita atasi bersama. Ini adalah wujud rasa cinta dan peduli kepada lingkungan dan makhluk hidup di sekitar kita,” tukasnya.

Khofifah menyampaikan, bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak Tim Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut untuk mengetahui penyebab terjadinya ikan Paus terdampar di daerah Modung – Bangkalan tersebut.

Selain itu, pihaknya juga akan terus mengupdate terkait penelitian sampel dari ikan paus mati yang dilakukan oleh FKH Unair Surabaya.

“Kami akan terus mengupdate untuk sampel ikan paus mati yang dilakukan oleh FKH Unair. Hasil penelitian ini penting sebagai rekomendasi, agar kita bisa melakukan pencegahan sehingga tidak sampai terjadi kejadian yang sama,” pungkasnya. (ris)

Loading...