Perhumasri Bedah Buku Promosi, Perkuat Peran Humas RS Hadapi 2026

Perhumasri Bedah Buku Promosi, Perkuat Peran Humas RS Hadapi 2026Surabaya,(DOC) – Perhimpunan Humas Rumah Sakit (Perhumasri) Wilayah Jawa Timur merespons tantangan kehumasan tahun 2026 dengan menggelar bedah buku “135 Ide Kreatif Promosi Rumah Sakit dan Klinik” karya Anjari Umarjianto. Melalui kegiatan ini, puluhan humas rumah sakit dari Surabaya dan sejumlah daerah lain berkumpul untuk memperkuat strategi komunikasi.

Melalui forum tersebut, Perhumasri berupaya memperkuat peran humas dalam mengelola reputasi dan menyampaikan isu kesehatan. Seiring derasnya arus digital, tantangan komunikasi pun semakin berat. Selain itu, sorotan publik terhadap layanan kesehatan juga terus meningkat.

Bacaan Lainnya

Tantangan Humas Rumah Sakit di Tahun 2026

Ketua Perhumasri Wilayah Jawa Timur, Christanti Linda, menilai tantangan humas rumah sakit ke depan semakin kompleks. Menurutnya, digitalisasi telah memicu tsunami informasi. Karena itu, humas harus merespons situasi ini dengan kreativitas dan strategi komunikasi yang tepat.

“Tantangan 2026 tidak mudah. Isu publik kini didominasi digitalisasi. Oleh sebab itu, humas harus siap menghadapi kompetisi dan membangun diferensiasi rumah sakit,” ujar Christanti Linda saat ditemui di Waron Hospital, Jalan Kaliwaron, Sabtu (13/12/2025).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa humas memegang peran sentral dalam menjaga reputasi rumah sakit. Di sisi lain, humas juga bertanggung jawab mengomunikasikan nilai layanan kepada publik secara konsisten dan berkelanjutan.

Selain itu, Christanti menambahkan bahwa fungsi humas perlu diperkuat dalam manajemen isu dan krisis komunikasi. Hal ini menjadi penting karena promosi rumah sakit diatur ketat oleh regulasi kesehatan, termasuk Permenkes Nomor 1787 Tahun 2010.

“Kegiatan ini kami rancang sebagai upaya agar humas lebih siap dan kreatif dalam membangun branding rumah sakit masing-masing,” jelasnya.

Pentingnya Edukasi dan Komunikasi yang Jujur

Sementara itu, CEO Waron Hospital, Dr. Amang Surya, menekankan pentingnya peran humas dalam layanan kesehatan. Ia berharap bedah buku ini mampu memberi wawasan baru bagi rumah sakit. Dengan begitu, rumah sakit dapat melayani masyarakat secara kolaboratif.

Baca Juga:  Luncurkan Buku “Jaksa Vs Mafia Aset”, Didik Farkhan “Bedah Buku” ke Wali Kota Risma

“Edukasi kehumasan yang jujur dan tidak berlebihan sangat penting di tengah derasnya arus informasi,” kata Dr. Amang.

Sebagai contoh, ia menyoroti komunikasi pada layanan In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung. Menurutnya, humas harus menyampaikan informasi secara proporsional dan realistis.

“IVF adalah salah satu cara memperoleh keturunan. Namun, metode ini bukan segalanya dan bisa saja gagal. Karena itu, humas harus menyampaikan informasi secara jujur,” tegasnya.

Tiga Jurus Jitu Humas di Era Tsunami Informasi

Pada kesempatan yang sama, penulis buku Anjari Umarjianto memaparkan tiga kunci utama agar humas rumah sakit mampu bertahan di era tsunami informasi dan attention economy.

Pertama, rumah sakit perlu menyediakan informasi yang valid, terpercaya, dan mendalam pada aset digital. Informasi tersebut mencakup riwayat dokter, kompetensi, dan layanan unggulan.

“Kedua, rumah sakit harus mengelola aset digital sebagai gerbang utama layanan. Sebab, survei menunjukkan ulasan sangat memengaruhi keputusan pasien,” jelas Anjari.

Selanjutnya, humas perlu membangun kepercayaan berbasis komunitas. Upaya ini dapat dilakukan melalui paguyuban pasien dan berbagai aktivitas sosial yang relevan dengan layanan rumah sakit.

“Pada akhirnya, rumah sakit yang mampu bertahan adalah yang bisa mengelola persepsi publik. Promosi tidak cukup hanya bergaya media sosial dengan diskon. Pendekatan harus lebih luas dan berkelanjutan,” pungkasnya.(pta/r7)

Pos terkait