Lumajang, (DOC) – Bupati Lumajang dan Wakil Bupati Lumajang melakukan penghijaun lingkungan di Bumi Perkemahan Glagaharum, Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro, Jumat (23/10/2020).
Kegiatan yang bertema 1000 Pemuda Hijaukan Bumi Glagaharum untuk memperingati sumpah pemuda yang ke – 59 yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2020.
Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama Wakil Bupati Lumajang bersama Kepala OPD melakukan penanaman pohon.Selain itu penanaman pohon juga dilakukan oleh seribu komunitas.
Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, Bumi perkemahan yang ada di bumi Glagaharum yang dirintis oleh Kwarcap Pramuka dan Komunitas saat ini melakukan penanaman 2000 bibit pohon.
“Harapan kedepan bumi perkemanahan ini betul-betul jadi sebuah kebersamaan yang dibangun secara berkomunitas bersama-sama,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati menyamapaikan Harapan dengan adanya penanaman pohon diatas tanah 10,4 hektar minim sekali pohon, sehingga bisa terjadi longsor.
“Untuk menangulangi lonsor ini kami sudah menanam bambu sepanjang 2,5 km,”
Saat ini melakukan penanaman pohon dengan harapan untuk mengantisipasi longsor-longsor.
“Kita tahu bahwa air yang ada di Desa Kandang Tempus cukup baik, karena itu kita mencoba bahwa ini merupakan salah satu stegmen area yang harus dijaga dan kita amankan,” ujarnya.
Wabup Menambahkan, menanam satu pohon bisa bersedakah oksigen untuk manusia.
“Satu pohon per hari menghasilkan 1,2 kg oksigen. 1 manusia butuh 0,5 oksigen. Kalau menanam 1 pohon berarti jenengan-jenengan sama saja bersedekah oksigen untuk 2 orang,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Lumajang yang juga menjabat sebagai ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Lumajang mengatakan, gerakan penghijauan akan terus berlanjut di dataran tinggi lain.
Ini agar kawasan dataran tinggi tidak rawan bencana tanah longsor dan erosi tanah.
“Target kami seribu lebih tapi ternyata lebih. Awal tahun depan kami akan mengajak bersih-bersih Ranupani untuk meningkatkan destinasi wisata di Lumajang yang belum optimal,” pungkasnya. (Imam)