Perkara Tanah, Dominasi Materi Banding di PTTUN Surabaya

Surabaya, DOC – Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya, sampai bulan Agustus 2018 telah menerima 172 data perkara banding. Dari data jenis perkara, kasus tanah paling banyak diajukan oleh pembanding (pengaju banding), yaitu sebanyak 88 perkara, disusul perkara lain seperti kenaikan pangkat 33, ijin 10, tender 1, lelang 2, parpol 1 dan jenis perkara lain lain 37.
Panitera Muda Perkara PTTUN Surabaya, Endang Listyo Roesmawati Dwi Moeljani menjelaskan, dari 172 data perkara ini, 81 perkara berasal gugatan banding dari putusan pengadilan tingkat pertama, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya dengan jenis perkara tanah sebanyak 37, kenaikan pangkat 22, ijin 5, tender 1, lain lain 16.
Pembanding dari jenis perkara tanah ini, berturut-turut dari putusan PTUN Mataram 18, PTUN Semarang 13, PTUN Denpasar 10, PTUN Kupang 7, PTUN Yogyakarta 3. “Jenis perkara tanah paling banyak diajukan banding di PTTUN Surabaya dari data perkara yang masuk 172 perkara, ditambah 13 perkara yang masuk pada bulan September ini jadi 185 data perkara,” katanya, di kantornya Senin (24/9).
Disebutkannya, 172 data perkara yang masuk di PTTUN Surabaya dari bulan Januari sampai Agustus 2018 ini, 27 dari sisa perkara tahun 2017 yang belum diputus. Sedangkan perkara yang sudah diputus sampai bulan Agustus ini sebanyak 153 perkara dan sisanya 46 perkara belum diputus.
“Maksimal 3 bulan perkara yang diajukan banding di PTTUN ini harus diputus berupa putusan menguatkan atau membatalkan putusan perkara dari pengadilan tingkat pertama” pungkasnya.(JN, pno)

Tag: