Probolinggo, (DOC) — Suasana hangat pasca-Idulfitri 1447 Hijriah terasa di Balai Pertemuan PG Wonolangan, Kabupaten Probolinggo. PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menggelar kegiatan Halal Bihalal bersama para petani tebu rakyat sebagai upaya mempererat kemitraan sekaligus memperkuat komunikasi di sektor hulu industri gula.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog dan refleksi antara perusahaan dengan mitra strategisnya, yakni para petani tebu. Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), di antaranya Ketua Dewan Pembina APTRI Arum Sabil, Ketua Umum DPN APTRI Soemitro Samadikun, serta Ketua DPD APTRI Jawa Timur Sunardi Edi Sukamto.
Puluhan petani tebu yang tergabung dalam APTRI dari 33 pabrik gula di bawah naungan SGN turut meramaikan kegiatan tersebut. Kebersamaan yang terbangun mencerminkan kuatnya peran petani sebagai tulang punggung keberlangsungan industri gula nasional.
Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum Halal Bihalal memiliki makna strategis bagi perusahaan. Selain mempererat hubungan, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kemitraan yang telah berjalan.
Menurutnya, keberhasilan industri gula tidak dapat dilepaskan dari kontribusi petani tebu sebagai mitra utama. Karena itu, hubungan yang harmonis, terbuka, dan saling memahami menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan industri ke depan.
Pada kesempatan tersebut, Mahmudi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh mitra dan pemangku kepentingan atas berbagai keterbatasan pelayanan yang masih dirasakan.
“Momentum ini menjadi ruang untuk saling memaafkan. Kami menyadari masih terdapat kekurangan, baik dalam kecepatan pelayanan maupun dalam memenuhi harapan mitra,” ujarnya, Rabu (15/4).
Ia menegaskan, berbagai masukan dari petani akan menjadi bahan evaluasi penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan, mempercepat respons, serta menghadirkan kebijakan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan di lapangan.
Selain itu, pertemuan ini juga menjadi bagian dari konsolidasi menjelang musim giling. Sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari peningkatan produktivitas tebu, efisiensi operasional, hingga penguatan dukungan terhadap petani.
Di tengah tantangan industri yang semakin dinamis, sinergi antara perusahaan dan petani dinilai menjadi kunci utama. Kolaborasi yang kuat diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan petani sebagai bagian integral dari ekosistem industri gula.
Melalui kegiatan ini, SGN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan dengan petani tebu rakyat. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menjaga keberlanjutan industri gula nasional sekaligus mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan berbasis komoditas gula di Indonesia. (r6)





