Lumajang,(DOC) – Asropin warga Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang pemilik usaha jamur merang.
Ia merupakan salah satu usaha jamur yang sukses di Kabupaten Lumajang ini kewalahan memenuhi permintaan pasar.
“Untuk mencukupi permintaan di Lumajang saja, kami sudah kuwalahan,” ujar Asropin ketika ditemui tempat usahanya.
Ia menjelaskan, untuk memenuhi permintaan pasar di Lumajang, perharinya membutuhkan 40-50 kilogram. Itu belum termasuk pasar-pasar yang kecil.
“Pasar Tempursari saja minta 20 kilogram setiap hari, belum pasar yang lain. Kami belum bisa meng-cover, ini sangat prospek sekali,” jelasnya.
Usaha jamur yang ia miliki mampu berproduksi antara 20 hingga 30 kilogram perhari.
“Sekali tebar jerami bisa panen sampai 20 kali, tergantung kekuatan medianya. Perhari kadang 20 kilogram, kadang bisa 30 kilogram,” ujarnya.
Untuk harga jamur per kilonya Rp 20 ribu, sedangkan oleh pengepul dipacking dan dijual ke konsumen antara Rp 30-35 ribu.
“Sementara ini penjualannya masih konvensional ke pasar-pasar,” jelas Asropin.
Dirinya menambahkan, sebelum mendirikan usaha ini, Asropin menimba ilmu dari wilayah Jember. Kemudian mengembangkan di Lumajang.
“Sudah lebih dari 4 tahun dirinya bergelut dalam usaha pertanian jamur merang,” tuturnya.
Selama ini ia mengelolah usahanya seorang diri dengan dibantu istrinya, mulai dari produksi hingga penjualan. Proses penjualannya dengan memanfaatkan jasa pengepul dan dijual ke pasar. (Imam)