Pernah Tinggal di Balai Lansia Bekasi 10 Tahun, Nenek Kusmiati Kini Bahagia Bersama Keluarganya

Bandung,(DOC) – Penggalan lirik lagu Keluarga Cemara “Harta yang paling berharga adalah keluarga”, nampaknya cukup dirasakan oleh Nenek Kusmiati(82), warag Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat.

Nenek Kusmiati yang tinggal di sebuah rumah bercat warna putih dengan ukuran tak terlalu besar, terlihat bahagia ketika petugas dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI menemuinya, Sabtu(22/5/2021) pekan lalu.

Bacaan Lainnya

Wajah beringsut usai bangun dari tempat peraduaan, menyambut dengan senyuman manis nan teduh dari guratan keriput tanda perjalan hidup dari wanita kelahiran 1939 ini.

Berbagai persoalan hidup di tengah keluarga, memutusakan Nenek Kusmiati memilih tinggal di Balai Lanjut Usia “Budhi  Dharma” di Bekasi. Pilihan yang tidak mudah bagi Kusmiati pada saat itu.

“Jadi, tinggal di balai mulai 2007 hingga 2017 dan keputusan tinggal selama 10 tahun atas kemauan sendiri,”  ucap Kusmiati, sambil mengenang pada saat pertama kali tinggal di balai.

Selain pilihan sendiri, Kusmiati mengaku betah tinggal di balai karena memiliki banyak teman sebaya dan bisa beraktivitas untuk mengisi hari-hari yang kosong.

“Di balai itu banyak teman sebaya dan bisa mengisi hari-hari kosong dengan beragam aktivitas, sehingga itu  yang membuat betah di sana, ” ungkapnya.

Pada 2017, ada kebijakan balai untuk memulangkan lanjut usia (Lansia) yang memiliki keluarga untuk kembali ke  rumah masing-masing. Kala itu, dirinya dijemput oleh anak tertuanya dan memutuskan tinggal bersama sampai hari ini.

“Tempo hari penah ditawari ambil rumah dinas, karena saya mantan pegawai di Kemaritiman. Saya  bingung,  kalau tinggal sendiri nanti tidak ada yang ngurus dan lebih baik tinggal di rumah anak bisa lebih nyaman,” katanya.

Saat ini, kegiatan tidak sebanyak di balai setidaknya lebih nyaman tinggal di rumah bersama keluarga. Terlebih  keadaannya tidak memungkinkan untuk tinggal sendirian.

Baca Juga:  PKH Motivasi Anak KPM Bisa Kuliah Hingga Raih Beasiswa

“Di rumah anak bisa main dengan cucu, biasanya pagi-pagi ajak jalan ke rumput-rumput dilanjutkan siram-siram  tanaman hingga agak siang baca Al-quran dan istirahat,” ucap Kusmiati.

Hari pun terus berlalu, semangat Nenek Kusmiati yang tinggal bersama keluarga banyak nilai lebih  dibandingkan di balai, kehangatan, cinta kasih dan kebersamaan tidak ia dapatkan di tempat lainnya.

Diakhir ceritanya, nenek Kusmiati membagikan resep sehat bugarnya di usia 82 tahun, yakni dengan selalu bersikap ikhlas dalam bertindak, berlapang dada terhadap semua hal yang dihadapi, serta menikmati masa tua dengan bahagia berkumpul di tengah-tengah keluarga.(robby/hm)

Pos terkait