Pesan Jokowi: TNI , POLRI Hilangkan Ego Sektoral Jangan Ada Pertikaian

Wisuda Magelang, (DOC) – Hari ini, Presiden Joko Widodo melantik (mewisuda) 720 orang perwira remaja (Paja) di Akmil Magelang. ia berpesan agar TNI/Polri menghindari adanya pertikaian.
Menurut Jokowi, TNI-Polri adalah alat negara terdepan dalam menjaga pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Ke depan hal itu (pertikaian) tidak boleh terjadi lagi. Setop dan harus dihindari,” kata Jokowi saat memberikan pidato sambutan dalam upacara Prasetya Perwira TNI-Polri 2016.
Sebab, lanjut Jokowi, TNI-Polri adalah alat negara terdepan dalam menjaga keamanan negara. TNI-Polri harus bersinergi, harus bersatu, bergotong-royong demi kepentingan bangsa, negara dan rakyat.
“Hilangkan ego sektoral, tingkatkan jiwa korsa dan tingkatkan soliditas, solidaritas TNI-Polri. Pelihara kemanunggalan TNI-Polri dengan rakyat,” pinta Jokowi.
Jokowi bercerita saat bertemu dengan taruna remaja dan prajurit TNI semalam, dia mengingatkan agar mereka responsif, peka dan mau dikritik.
“Jadikan kritik itu sebagai masukan untuk perbaikan ke depan sehingga bisa menyesuaikan perkembangan dalam lingkungan regional, nasional dan global,” katanya.
Dia juga meminta agar perwira remaja dapat melaksanakan tugas secara proporsional, prosedural dengan menjunjung tinggi ketentuan perundang-undangan, kode etik profesi dan hak asasi manusia (HAM).
Jokowi mengatakan sebagai perwira yang setia mengabdi kepada rakyat, bangsa dan negara. Sebagai perwira remaja dan prajurit TNI-Polri menjadi penentu dalam pelaksanaan reformasi di institusi masing-masing. Reformasi TNI-Polri menjadi kunci dalam menghadapi masa depan dan mengatasi tantangan baik mengenai kedaulatan negara, kamtibmas yang saat ini mengalami perubahan semakin cepat.
Saat pidato Jokowi juga menyinggung adanya upaya penggerogotan nilai-nilai Pancasila, terorisme, meningkatnya peredaran narkoba, penyelundupan dan perdagangan ilegal. Sedangkan isu-isu di luar negara di antaranya mengenai masalah perbatasan, perebutan cadangan energi, konflik antar negara dan intra negara, ISIS yang secara langsung maupun tidak langsung berdampak terhadap Indonesia. (dtk/r5)