Surabaya (DOC) – Kabar pesawat latih TNI AL jatuh di Selat Madura-Gresik dibenarkan Kepala Dinas Penerangan Koarmada II Letkol Asep Aryansah. Kecelakaan terjadi hari ini, Rabu (7/9).
Pesawat TNI AL yang jatuh itu berjenis G-36 Bonanza T-2503 tersebut dikemudikan dua awak TNI-AL. Kecelakaan terjadi saat konvoi KRI latihan Anti Serangan Udara (Air Defense Exercise).
“Pesawat tersebut mengalami kecelakaan saat Konvoi KRI melaksanakan latihan Anti Serangan Udara (Air Defense Exercise), dalam hal ini Bonanza berperan sebagai penyerang,” ujar Letkol Asep, Rabu (7/9).
Kecelakaan pesawat itu terjadi sekitar pukul 10.25 WIB di sekitaran Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) atau di sekitar perairan selat Madura-Gresik.
Adapun untuk penyebab jatuhnya pesawat T-2503 masih belum diketahui. Saat ini, TNI Angkatan Laut mengerahkan 13 KRI, 1 KAL, 1 Tim Kopaska.
Kemudian 1 Tim Penyelam dan dipimpin langsung Pangkoarmada II dan Komandan Guspurla Koarmada II untuk mencari dan mengevakuasi pesawat latih ini.
Dalam sepekan ini dua insiden pesawat latih terjadi di Jawa Timur ( Jatim ). Insiden pertama di perairan Banyuwangi, ketika pesawat latih jenis Cessna C-172S mendarat darurat di Pantai Ngagelan, Taman Nasional Alas Purwo, Senin (5/9).
Video pesawat mendarat darurat ini bahkan viral di media sosial. Diduga pesawat milik Akademi Penerbangan Indonesia (API) itu mengalami masalah pada mesin. Pesawat dikemudikan oleh dua taruna atau siswa API Banyuwangi.
Mereka melakukan pelatihan simulasi terbang menggunakan pesawat latih yang memiliki registrasi PK-BYC. Namun nahas pesawat jatuh di perairan Banyuwangi itu. Namun dua siswa penerbangnya bisa selamat.
Selang dua hari, pesawat latih G-36 Bonanza T-2503 milik TNI AL yang jatuh di perairan Selat Madura-Surabaya. Tepatnya, pesawat jatuh di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Jawa Timur, Rabu (7/9).(zis)