Pilkada Serentak 2020 Diikuti 100,3 Juta Pemilih

Mendagri Tito Karnavian

Jakarta (DOC) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berharap tidak ada penyebaran Covid-19 saat hari pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 yang berpotensi diikuti sekitar 100,3 juta orang pemilih.

Tito mengakui soal potensi risiko penularan dalam gelaran itu. Namun, ia menyampaikan pemerintah dan penyelenggara pemilu sudah berupaya menyiapkan protokol kesehatan secara maksimal.

Bacaan Lainnya

“Kita menjaga agar semua tahapan pilkada termasuk tanggal 9 Desember besok itu tidak menjadi media penularan Covid-19 karena adanya potensi interaksi dan juga potensi kerumunan,” kata Tito, dilansir CNN Indonesia, Selasa (8/12).

Mantan Kapolri itu optimistis risiko penularan Covid-19 tetap dapat ditekan. Sebab, ia melihat kerja-kerja para penyelenggara pemilu selama masa kampanye sudah berjalan baik.

Tito menyebut ada sekitar 70 ribu kegiatan kampanye pada rentang waktu 26 September-5 Desember 2020. Sebanyak 2,2 persen di antaranya berujung pelanggaran, baik protokol kesehatan ataupun aturan lainnya.

“Kita melihat bahwa meskipun 2,2 persen terjadi pelanggaran protokol, namun kita melihat tidak terlalu signifikan,” tuturnya.

Ia juga optimistis pemungutan suara Pilkada 2020 akan diramaikan para pemilih. Tito mengutip survei SMRC yang menyebut 83 persen responden berniat menggunakan hak pilih dan 64 persen responden menghendaki pilkada dilanjut.

“Menunjukkan ada trust dan trust atau kepercayaan ini saya kira juga terbangun di antaranya karena selama periode kampanye relatif dapat dikendalikan, tidak terjadi kerumunan yang besar yang membuat klaster-klaster baru,” ucapnya.

Sebagai informasi, hari pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 berlangsung 9 September 2020. Pilkada Serentak 2020 digelar di 270 daerah dengan rincian 9 provinsi (pilgub), 37 kota (pilwalkot), dan 224 kabupaten (pilbup). (cnn)

Baca Juga:  Mendagri Terbitkan Instruksi Perpanjangan PPKM, Seperti Apa Isinya?

Pos terkait