Pilkades Sumberrejo Jalan Terus, Di Kunir Kidul Terjadi Perkelahian Antar Pendukung Cakades

Foto: Bupati Thoriqul bersama Forpimda tinjau TPS Pilkades di Sumberrejo

Lumajang, (DOC) – Permasalahan pada pelaksanaan Pilkades Sumberrejo Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang yang sebelumnya sempat dihentikan karena menuai gugatan di PTUN akhirnya mendapat kepastian.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML bersama Kapolres Lumajang Adewira Negara Siregar dan Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Ahmad Fauzi datang ke Desa Sumberrejo memastikan pelaksanaan Pilkades dilanjutkan setelah mendengar laporan panitia dan Forkopimca Candipuro, Rabu(18/12/2019) dini hari.

Bacaan Lainnya

“Saya bersama Kapolres dan Dandim telah musyawarah dan menelaah seluruh pertimbangan. Forkopimda telah menimbang beberapa hal berkenaan dengan pertimbangan.  Baik secara keberlangsungan pemerintahan maupun aspek hukum telah ditelaah dengan seksama,” kata Bupati Lumajang.  “Saya sebagai bupati berkeputusan untuk tetap melaksanakan Pilkades di Sumberrejo,” Imbuhnya.

Satu persatu, panitia dikonfirmasi langsung oleh Bupati, Kapolres dan Dandim. Seluruh panitia melaporkan kondisi persiapan terakhir. Termasuk juga Kapolsek dan Danramil juga ditanya kondisi di desa yang kabarnya sempat memanas.  Dilaporkan situasi desa kondusif untuk digelar Pilkades.

Didepan panitia, camat, kapolsek dan danramil, bupati menegaskan pertimbangan utama bahwa keputusan melanjutkan Pilkades Sumberejo ini untuk kepentingan umum. Pun juga untuk jalannya pemerintahan yang termaktub dalam aturan perundang-undangan dan aturan pemerintahan. Sebab, Pilkades serentak ini mengikuti prosedur pelaksanaan serentak.

“Kalau tidak dilaksanakan besok, akan ikut Pilkades serentak tahun berikutnya, atau beberapa waktu akan datang. Kalau ditunda, maka akan ikut Pilkades serentak 2 tahun lagi,” katanya.

Dengan begitu, konsekwensinya kata Cak Thoriq, maka akan ada kevakuman pemerintahan definitif di Sumberrejo. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap tata kelola pemerintahan yang baik.

Karena itu, sebagai kepala daerah, Cak Thoriq menegaskan, persiapan Pilkades yang sudah matang ini untuk dilanjutkan. Sekaligus mempertebal dan memprioritaskan pengamanan.

“Pak Dandim juga memberikan perhatian khusus pada desa sumberrejo,” ucapnya yang disanggupi Dandim.

Baca Juga:  Brimob Polda Jatim Siap Amankan Pilkades Serentak di Lumajang

Sementara, Camat Candipuro, Imam Chomsani mengatakan, pelaksanaan Pilkades di Desa Sumberrejo telah siap 100 %, dan sudah dinyatakan siap untuk dilaksanakan pemungutan suara sesuai dengan aturan.

“Terkait kondisi keamanan wilayah ini sudah kondusif, walaupun ada gangguan – gangguan yang disampaikan oleh calon yang tidak lolos administrasi”, katanya.

Terpisah, Ketua Peradi Lumajang, Abdul Rohim, SH, mengatakan,  Keputusan Bupati untuk melanjutkan atau tidak pilkades di desa Sumberrejo.

“Kami tidak bisa memaksakan Bupati untuk melaksanakan Putusan Hukum  atau tetap melaksanakan dengan bahasa untuk kepentingan umum dengan segala pertimbangannya,” ujarnya.

Pihaknya tidak dalam kapasitas setuju atau tidak setuju dalam hal penundaan atau melanjutkan pelaksanaan pilkades semuanya dikembalikan kepada Bupati yang menjalankan pemerintahan dan yang tau di lapangan.

“Semoga Pilkades di Lumajang berjalan lancar aman dan dapat dipertanggung jawabkan,” imbuh Abdul Rohim.

Bupati, DPRD, dan Dandim Tinjau Pelaksanaan E-Voting Pilkades Serentak

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., didampingi Ketua DPRD Kab. Lumajang, Anang Akhmad Saifuddin dan Dandim 0821 Lumajang, Letkol. Inf. Ahmad Fauzi, S.E., melakukan monitoring terhadap pelaksanaan E-Voting Pilkades serentak di Desa Kebonsari Kec. Yosowilangun, Rabu (18/12/2019) pagi.

E-Voting merupakan terobosan Pemkab. Lumajang pada pelaksanaan Pilkades tahun ini, yang mana dilakukan percobaan pada 2 Desa, yakni Desa Kebonsari Kecamatan Yosowilangun dan Desa Sarikemuning Kecamatan Senduro.

Dalam tinjauannya tersebut, Bupati memeriksa perangkat yang digunakan untuk pelaksanaan E-Voting, yang menurutnya sudah baik. Ia juga menerangkan, pelaksanaan E-Voting kali ini akan menjadi bahan evaluasi bersama dengan anggota DPRD Kab. Lumajang, untuk diterapkan pada Pilkades selanjutnya.

“Pada prinsipnya, pelaksanaan E-Voting di Kebonsari bagus. Ini akan menjadi evaluasi bagi kami untuk diterapkan pada Pilkades selanjutnya atau pada pemilihan lainnya, karena lebih efektif dan akurat,” ujar Bupati saat diwawancarai awak media.

Sementara, Ketua DPRD Kab. Lumajang, Ketua DPRD Kab. Lumajang, Anang Akhmad Saifuddin menjelaskan, E-Voting merupakan sistem pemilihan yang dinilai lebih lebih maju.

“Kalau memang hasilnya positif dan jauh lebih baik dari manual, tentu akan kita pertimbangkan untuk diterapkan pada Pilkades selanjutnya,” tuturnya.

Baca Juga:  Jelang Pilkades 2021, 102 Cakades Ikuti Sosialisasi Forkopimda Lumajang

Bupati juga menyampaikan pesan kepada Kepala Desa yang nantinya terpilih, agar melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan, dan berfokus pada pembangunan infrastruktur desa.

“Siapapun yang terpilih adalah pemimpin yg sudah dikehendaki oleh masyarakat. Anggaran desa semakin banyak, artinya pembangunan desa harus semakin meningkat,” pungkasnya

Diwaktu sama, Wakil Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati  bersama Kapolres Lumajang AKBP Adewira,Negara Siregar dan Wakil Ketua DPRD Lumajang H. Akhmat, ST melaksanakan pemantauan di TPS di beberapa Desa, diantaranya,  Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, Desa Tegalbangsri, Kecamatan Ranuyoso, dan Desa Kutorenon,  Kecamatan Sukodono, Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro.

Para Pendukung Masing-masing Calon Kades Berkelahi, Tiga Orang Mengalami Luka

Perkelahian terjadi antar pendukung Calon Kades (Cakades) jelang akan dimulainya Pilkades serentak di Kunir Kidul, kecamatan Kunir, Lumajang. Kejadian berlangsung sekitar pukul 11.00 Wib, Rabu(18/12/2019) siang, di Lapangan Kunir Kidul dekat lokasi Pilkades hingga mengakibatkan 3(tiga) orang mengalami luka.

Tiga korban yang mengalami luka yakni HR (62), Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir kab. Lumajang mengalami luka di kepala, RN (45), warga Desa Jatirejo, Kecamatan Kunir mengalami luka tusuk dipunggung, dan PA (40) warga Desa Jatirejo, Kecamatan mengalami luka di lengan kiri dan bagian badan perut samping kiri.

Informasi berhasil di himpun di lapangan semula kegiatan pengungutan suara berjalan lancar, namun setelah HR memberi uang Rp 20.000 kepada HH yang hendak mencoblos, tiba tiba ada seorang bernama RO langsung memegang tangan HH dan menyeretnya, kemudian terjadi perlawanan dari HR bersama DG, KR, ZN, SL  dan HN bersmaa lainnya langsung mengeroyok PA dan RN.

“Atas kejadian iti, korban mengalami luka yang dialami PA dan RN yaitu luka robek dan tusuk akibat senjata tajam, kemudian PA membalasnya dengan menggunakan bambu untuk memukul KR dan mengenai kepalanya,” ujar Kapolsek Kunir Iptu Hariyono.

Tidak lama kemudian berhasil dilerai pihak keamanan Polri dan TNI selanjutnya korban di bawa ke UGD Puskesmas kunir.

Awalnya ketiga korban ditangani di UGD Puskesmas Kunir, selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara yakni korban KR, dan rumah sakit Umum Dr Hariyoto yakni korban PA dan RN.

Baca Juga:  E-Voting Pilkades Lumajang Disimulasikan

Dijelaskan,  Dugaan sementara perkelahian berawal, HR memberi uang di dekat pintu masuk lokasi coblosan, hal tersebut memunculkan anggapan praktik money politik, adapun H. KR bersama anak-anaknya yaitu ZA, HN, DG, SL, dan HR serta massa lainnya yang saat itu berkumpul bersama dilokasi merupakan pendukung calon Kades nomer urut 2, Derajat Ali Fatoni, sedangkan PA dan RN merupakan warga Jatirejo inndikasi pendukung Calon Kades nomer 5  yakni bakar.

Kejadian tersebut saat ini sudah ditangani oleh Polsek Kunir dan Tim Cobra Polres Lumajang.(imam)

Pos terkait