D-ONENEWS.COM

PLN Jatim: Kebutuhan Listrik Di Madura Capai 150 MW

Surabaya, (DOC)-Pulau Madura di Jawa Timur yang memiliki empat Kabupaten memiliki potensi ekonomi dengan pemberdayaan energi terbarukan, sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Madura.
Melihat potensi tersebut, kebutuhan energi listrik di kawasan Madura tentunya tidak sedikit dan harus terus ditambah pasokan dayanya.
Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, Pinto Raharjo, mengatakan, kebutuhan listrik di Madura saat ini sebesar 140 MW. Kebutuhan itu dipasok oleh fasilitas kabel bawah tanah sirkit 1 & 2 yang memiliki kemampuan sebesar 200 MW.
“Untuk mengantisipasi pertumbuhan beban dan menjaga kehandalan sistem itulah, PLN membangun sirkit 3 & 4. Proyek itu merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik, selain rencana membangun pembangkit sendiri di Pulau Madura.”ujarnya kepada wartawan di kantor PLN Distribusi Jatim, Kamis (14/09/2017).
Ia menjelaskan, saat ini untuk memenuhi pasokan listrik ke Madura, Perusahaan
Listrik Negara (PLN) membangun Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) atau kabel listrik bawah tanah 150 kilo Volt (kV), untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan listrik di Pulau Madura. Infrastruktur baru itu juga dibangun untuk menjaga kehandalan listrik di pulau garam tersebut.
Terkait dengan gagasan tersebut, kata Pinto, telah dilakukan groundbreaking (pertanda dimulainya pekerjaan) SKTT itu di Desa Sukolilo Barat Kecamatan Labang Bangkalan, Rabu kemarin (13/09/2017).
“Proyek ini ditargetkan selesai pada Juni 2018 agar bisa segera memenuhi kebutuhan listrik Pulau Madura yang saat rasio elektrifikasinya masih rendah atau hanya 66 persen dibandingkan rata-rata nasional yang sudah mencapai 91 persen.”jelas Pinto.
Pinto berharap, ketersediaan listrik itu bisa merangsang minat para investor untuk segera menanamkan modalnya di pulau yang sudah terhubung dengan Jembatan Suramadu tersebut.
“Saat ini jumlah pelanggan PLN di Pulau Madura mencapai 34.259 orang yang ditergetkan akan bertambah menjadi 46.043 pelanggan pada akhir tahun,” jelas Pinto.
Selain proyek kabel bawah tanah, kata Pinto, pada kesempatan yang sama juga diresmikan beroperasinya Gardu Induk (GI) yango tersebar di Jawa Timur yakni GI Altaprima , GI Bambe, GIS Gunungsari, GI Jatigedong, GI Kraksaan, GI Gilitimur, GI Karangpilang).
“Proyek kabel bawah tanah dan Gardu Induk tersebar di Jatim itu merupakan bagian dari program 35.000 Megawatt yang sudah dicanangkan pemerintah pusat.”ungkapnya. (Trish)

Loading...