D-ONENEWS.COM

Polisi Amankan Senpi Rakitan Dengan 4 Peluru

Lumajang,(DOC)-Dalam kegiatan operasi gabungan TNI dan Polri diwilayah utara berhasil mengamankan membawa Pistol rakitan jenis Revolver dengan 4 butir munisi dan 1 pucuk Shofgun jenis Bareta.

Operasi gabungan tersebut digelar pada Sabtu 18 Desember 2020 digelar didepan Jalan Raya Kudus Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang sekitar pukul 24.00 WIB.

Operasi gabungan wilayah utara meliputi Kecamatan Klakah, Randuagung, Ranuyoso dan Kedungjajang dipimpin Kapolsek Klakah AKP M.Sidik berhasil mengamankan dua orang.

Kapolsek Klakah AKP M. Sidik mengatakan, saat berlangsung operasi petugas mencurigai salah satu pengendara motor kemudian dilakukan pemeriksaan.
Saat dilakukan penggeledahan petugas mendapatkan 1 pucuk pistol rakitan jenis Revolfer dengan 4 butir munisi dan 1 pucuk Shofgun jenis Bareta.

“Dua orang pemilik senjata api yakni Arif (55) orang tua dan Rosi (23) putra dari Arif warga Dusun Darungan, Desa Pejarakan, Kecamatan Randuagung, Lumajang langsung diserahkan ke Satreskrim Polres Lumajang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya, Senin (20/1/2020).

Terpisah, Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar mengatakan, keduanya sudah diamankan dan menindak lanjuti seberapa jauh dia membawa senpi rakitan tersebut.

“Kami mencoba menggali dari mana mereka mendapatkan senpi rakitan,” tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran, menjelaskan, dari hasil penyidikan Satreskrim Polres Lumajang Arif (55) membawa senjata api rakitan jenis 1 pucuk pistol rakitan jenis Revolfer dengan 4 butir amunisi ditetapkan sebagai tersangka.

“Arif langsung kita tahan, sementara anaknya bernama Rosi (23) yang membawa Shofgun jenis Bareta dikenakan wajib lapor,” terang Hasran.

Dari pengakuan sementara tersangka Arif masih didalami karena dia mengaku menemukan senjata api rakitan

“Tersangka mengaku menemukan senjata api rakitan. Kayaknya dia bohong, itu masih aktif pelurunya. Apapu alasannya kami tidak begitu saja dengan pengakuan tersangka,” terang Hasran.(imam)

Loading...

baca juga