D-ONENEWS.COM

Polisi Gelar Rekontruksi, Kasus Gadai Istri Mengarah Perjodohan

Lumajang,(DOC) – Polres Lumajang Gelar rekontruksi ulang pembunuhan salah sasaran di Desa Sombo, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Minggu(16/6/2019) siang.

Rekontruksi ini dilakukan di wilayah kota, tepatnya di jalan menuju Patok Baru. Polisi tidak melakukan olah tkp sebenarnya karena menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Mengingat tragedi pembunuhan salah sasaran dan korbannya dikenal baik oleh warga setempat.

Polisi menghadirkan tersangka atas nama Hori Bin Suwari (43) serta saksi kunci. Ada beberapa reka adegan yang diperagakan, korban dan tersangka.

Dalam rekontruksi menggambarkan melihat korban mengendarai sepeda motor bersama saksi. Tak lama kemudian ia mendekat lalu menyalakan senter ke arah korban, lalu melayangkan celurit yang dibawanya ke arah punggung korban dengan keras.

Tersangka menarik kuat, sembari menyayat punggung korban dan kembali menarik lepas lalu membacok lagi hingga korban hilang keseimbangan dan terjatuh.

Kemudian tersangka kaget, setelah tau orang yang ia bacok saat itu orang yang dituju bukan Hartono yang menurutnya telah membawa istrinya lantaran dirinya punya hutang, melainkan Holla.

Kemudian tersangka meminta pertolongan warga untuk membawa korban ke rumah sakit dan tersangka lari karena takut diamuk oleh warga Desa Sombo.

“Saya lari ke rumah Kades Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso takut saya karena saya salah orang. Saya langsung menyerahkan diri ke Polisi,” ucap tersangka Hori.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan tersangka melakukan aksinya pembunuhan salah sasaran yang dibunuh adalah Hola yang tak lain masih saudara sepupu.

“Rencana pembunuhan itu ada, walaupun tergetnya salah sasaran. Tapi dari awal dia memang punya rencana bahwa dia akan membunuh Hartono walaupun salah sasaran dia malah membunuh Holla karena saat bertemu dia melihat sepertinya Hartono dan disabetlah pakai celurit,” kata Kapolres.

Kasus Gadaikan Istri Menjurus Perjodohan

Kasus Suami menggadaikan istri polisi menemukan fakta baru yakni muncul fakta perjodohan.

Fakta baru muncul dari pernyataan Hartono bahwa dirinya akan dikenalkan oleh seorang perempuan cantik.

Hori sendiri akan memperkenalkan sauadaranya yang berada di Banyuwangi dengan mengirim foto melalui Whatsaap.

Perempuan cantik tersebut bernama Holifah berasal dari Banyuwangi yakni pemilik pengusaha tambak udang.

Holifah sendiri dari pengakuan Hori adalah adik sepupu.

Setelah diperkenalkan melalui Telpon, Hori mengatakan kalau Holifah menyukai Hartono. Jadilah Hartono intensif komunikasi dengan Holifah melalui telpon dan whatsapp.

Mereka saling Komunikasi berlangsung kurang lebih 2 tahun dan sudah menjurus ke arah pernikahan.

Hartono pun tidak menyadari kalau sebenarnya yang dia telpon bukanlah Holifah tapi Lasmi yang merupakan istri Hori.

Itu sesuai pengakuan Lasmi, dia mengaku sebagai Holifah karena disuruh oleh Hori.

Saat itu posisi Hartono sendiri berada di Malaysia, sehingga mereka tidak pernah bertemu langsung.

Ketika Hartono pulang ke Indonesia, mereka masih sempat komunikasi saat dibandara Malaysia. tapi setelah sampai di Indonesia, telpon Hartono selalu tidak diterima oleh Holifah, bahkan beberapa hari kemudian, nomor yang dihubungi tidak bisa lagi tersambung.

Bahkan beberapa kali Hartono minta kepada Hori untuk dipertemukan dengan Holifah, tapi Hori selalu mengelak dengan mengatakan Holifah sakit dan beberapa hari kemudian hori mengatakan kalau Holifah harus dikirim ke Papua untuk operasi.

Hori selalu menghindari sampai akhirnya dia mengatakan Holifah sudah meninggal agar tidak dikejar terus oleh Hartono.

Pada akhirnya, Hartono mengetahui dari tetangganya kalau selama ini di bohongi oleh Hori. Orang yang dia telpon selama ini adalah Lasmi bukan Holifah.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengatakan, Satu demi satu mulai terungkap beberapa fakta. Selain kasus pembunuhan, ada kasus penipuan yang dilakukan oleh Hori.

“Tapi ini masih akan kami lakukan pendalaman, untuk melihat fakta sesungguhnya. Dan juga mungkin masih ada tindak pidana lain dalam peristiwa ini, sehingga perlu kami urai saru persatu karena persoalannya cukup kompleks, dimana selain kasus pembunuhan, kemungkinan ada kasus penipuan, hutang piutang, human trafficking dan juga kasus perzinahan dalam peristiwa ini,” ujar Arsal.

Polres Lumajang berusaha terus mendalami kasus yang baru-baru ini ramai diperbincangkan yakni memberitakan kasus seorang suami yg menggadaikan istri.

Hingga saat ini Polres Lumajang berhasil mendapat banyak sekali fakta baru terkait kasus tersebut.(imam/r7)

Loading...