
Surabaya, (DOC) — Polda Jatim mengamankan 11 orang yang diduga hendak menunggangi aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (22/10/2026) sore.
Penangkapan belasan terduga perusuh tersebut dilakukan petugas saat menggelar penyekatan dan pemeriksaan jalan terhadap massa yang dicurigai sebelum aksi demonstrasi dimulai.
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, mengonfirmasi bahwa dari 11 orang yang diamankan, dua di antaranya berstatus mahasiswa, sementara selebihnya merupakan anak putus sekolah.
“Sebelum pelaksanaan unjuk rasa, kami mengamankan 11 orang yang diduga akan menunggangi penyampaian aspirasi. Dua di antaranya mahasiswa, yang lainnya putus sekolah,” ujar Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, Jumat (23/10/2026).
Saat ini, seluruh terduga perusuh tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Polrestabes Surabaya untuk mendalami peran dan keterlibatan masing-masing.
Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berbahaya yang diduga disiapkan untuk mengacaukan jalannya aksi.
Barang bukti tersebut antara lain tiner, minuman keras jenis arak, senjata genggam logam (knuckle), serta beberapa unit telepon seluler (handphone).
Dari hasil pendalaman awal Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim terhadap handphone yang disita, ditemukan bukti percakapan yang berisikan ajakan untuk membuat kerusuhan.
“Ada beberapa barang bukti, antara lain tiner yang akan digunakan untuk melakukan pembakaran, minuman keras jenis arak, knuckle, dan beberapa handphone. Dari pendalaman Ditreskrimum, terdapat komunikasi ajakan untuk membuat kerusuhan,” ungkap Dekananto.
Aksi Mahasiswa Berjalan Kondusif
Meskipun ada upaya penyusupan, Kapolda Jatim menegaskan bahwa aksi utama yang digelar oleh elemen mahasiswa dalam rangka memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran secara umum berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Aksi penyampaian pendapat di muka umum tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.
“Unjuk rasa dari adik-adik mahasiswa memperingati 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran secara umum berjalan dengan aman dan kondusif. Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan damai,” tuturnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengusut tuntas motif dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam upaya provokasi kerusuhan ini.





