PTPN–SGN Dukung Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Kabupaten Bone

PTPN–SGN Dukung Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Kabupaten Bone

Bone,(DOC) – Subholding PTPN III (Persero), PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), kembali menunjukkan dukungannya terhadap program ketahanan pangan nasional. Setelah sebelumnya terlibat dalam pengembangan kawasan terintegrasi di Banyuwangi, SGN kini turut ambil bagian dalam groundbreaking program hilirisasi ayam terintegrasi yang di gelar di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

Program pembangunan Integrated Poultry tersebut berlokasi di Kebun Dekko, Desa Mappasengka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi besar hilirisasi pangan nasional yang di laksanakan secara serentak melalui dukungan pendanaan Danantara.

Kehadiran proyek ini di harapkan mampu memperkuat sektor peternakan nasional sekaligus mendukung ketahanan pangan Indonesia. Skema pengembangannya di rancang mencakup rantai produksi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan pakan, budidaya ayam, hingga pengolahan hasil ternak secara modern dan terintegrasi.

Acara groundbreaking tersebut di hadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Asisten II Setda Provinsi Sulawesi Selatan Ir. H. Andi Darmawan Bintang yang mewakili Gubernur Sulsel, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Dr. Nasrullah, serta Bupati Bone H. A. Asman Sulaiman.

Turut hadir dalam kegiatan itu Direktur Manajemen Risiko PT SGN Muh. Faktur Rozi, Regional Head 8 PTPN I Misran, jajaran manajemen perusahaan, unsur Forkopimda, serta aparat kewilayahan di Kabupaten Bone.

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas hadirnya program tersebut. Menurutnya, proyek ini tidak hanya akan menjadi pusat produksi, tetapi juga pusat pembelajaran bagi masyarakat sekitar.

“Lebih jauh kami berharap program ini tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga pusat pembelajaran dan pengembangan kapasitas masyarakat. Generasi muda di Bone harus melihat bahwa sektor peternakan adalah sektor yang menjanjikan, modern, dan memiliki prospek masa depan yang cerah,” ujar Andi Asman, Minggu (8/2).

Baca Juga:  Hari Guru Nasional, Surabaya Jadi Tuan Rumah Upacara Bersama Menteri

Hilirisasi Ayam

Kementerian Pertanian menilai, program hilirisasi ayam terintegrasi ini dapat menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan peternak. Dengan adanya integrasi rantai produksi, biaya operasional di harapkan dapat di tekan, pasokan nasional semakin kuat, dan pertumbuhan ekonomi daerah terdorong secara berkelanjutan.

Pendanaan melalui Danantara di proyeksikan menjadi bagian dari strategi besar hilirisasi pangan nasional yang melibatkan sinergi berbagai BUMN sektor pangan, di antaranya PTPN III (Persero) dan PT Berdikari.

Melalui keterlibatan aktif BUMN, pemerintah berharap dapat memberikan kepastian usaha bagi para peternak. Dukungan itu mencakup penyediaan bibit berkualitas, penguatan rantai pasok, hingga jaminan pemasaran hasil produksi. Skema ini di yakini mampu menciptakan tata niaga yang lebih berimbang dan berkeadilan.

Program hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone juga diproyeksikan menjadi model produksi peternakan modern dan berkelanjutan. Seluruh proses—mulai dari pembibitan, penyediaan pakan, budidaya, pengolahan, hingga distribusi, akan berjalan dalam satu sistem terpadu yang efisien.

Dengan hadirnya program ini, SGN dan PTPN Group kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemandirian pangan nasional serta mendorong pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan sektor peternakan terintegrasi. (r6)

Pos terkait