Sidoarjo, (DOC) – Belum keluarnya rekomendasi partai politik untuk Bakal Calon Kepala Daerah membuat sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Relawan Brigade 02 Prabowo Gibran menentukan pilihan. Relawan Brigade 02 menentukan pilihan ke Alumni ITS yakni, Fandi Utomo sebagai Calon Bupati Sidoarjo periode 2024-2029.
Kenapa Fandi Utomo? Relawan yang pada Pilpres lalu mempunyai peranan penting dalam kemenangan Prabowo Gibran di Sidoarjo. Mencatat ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk Sidoarjo lebih baik. Terutama sesuai dengan tagline “Semangat Baru untuk Sidoarjo Maju” dan ini sepertinya akan menjadi awal munculnya gerakan relawan mendukung Fandi Utomo di kota bandeng.
Nidhom Aji Raya selaku Koordinator Brigade 02 Prabowo Gibran Sidoarjo, menjelaskan, Sidoarjo mempunyai potensi Sumber Daya Alam, Mineral, Gas, Perikanan, Pertanian maupun industrial.
Bahkan sebagai kota penyangga, Sidoarjo terdapat 2 ribu lebih perusahaan dalam negeri maupun asing beroperasi. Namun, data BPS tahun 2022 menyebut angka pengangguran di Sidoarjo terbilang cukup tinggi.
“Aneh, jika sebagai kota penyangga ibukota propinsi angka pengangguran cukup tinggi. Kita prihatin adanya kekosongan kepemimpinan yang terjadi akibat penangkapan KPK lalu, para pejabat ketakutan menjalankan roda pemerintahan.” ungkapnya.
Fandi Utomo Tepat untuk Melayani dan Menjawab Aspirasi Rakyat
Kata Nidhom, Fandi Utomo sangat tepat untuk melanjutkan pemerintahan yang bisa melayani masyarakat secara langsung. Terlebih, Fandi Utomo lulusan insinyur teknik dan pengalaman kerja di bidang teknik, merupakan figur yang tepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan teknis pembangunan berkesinambungan di Kabupaten Sidoarjo.
“Lulusan Teknik, dan pendatang baru (Fandi Utomo) atau new comer yang berasal dari Rakyat Untuk Rakyat. Sehingga bebas dari Latar Belakang Kasus Korupsi dan bisa mengemban amanah kepemimpinan yang pemerintahan bersih dari korupsi (Clean Government).” ungkapnya.
Brigade 02 Prabowo Gibran menyakini, masyarakat di Sidoarjo membutuhkan Bupati yang bisa menjawab kebutuhan di bawah. “Ojo sampe Calon Bupati tidak tahu soal kebutuhan dari rakyat di masing-masing daerah. Contoh, ada program terop dan semua RT diberi terop semua. Lah tidak semua wilayah butuh terop. Nah tugas kitalah di sini menjawab aspirasi masyarakat yang selama ini tak tuntas,” pungkasnya. (r7)