Risma Optimis Bisa Kurangi Kawasan Kumuh Dikota Surabaya

Surabaya,(DOC) – Pemerintah kota Surabaya dituntut menyiapkan sejumlah rumah susun (Rusun) baru untuk membebaskan wilayahnya dari kawasan kumuh atau slum area.
Padahal sekarang masih terdapat 3.000 kepala keluarga yang masuk daftar tunggu untuk menempati rumah susun sewa (rusunawa).
“Butuh waktu, kalau Rusunnya gak ada kemana mereka dipindah,” tandas Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Kamis(24/8/2017) lusa.
Ia menjelaskan, Di tahun 2017 pemerintah kota tengah membangun satu twin block Rusun. Lalu, tahun depan dibangun lagi 5 twin block untuk menampung warga yang tak mempunyai tempat tinggal.
“Dananya dari APBD, tahun depan kita anggarkan 5 twin blok,” tandasnya.
Menurut Risma, Pemkot memang memprioritaskan warga bantaran sungai yang akan menempati Rusun, agar normalisasi saluran bisa optimal menanggulangi banjir. Hal inilah yang membuat banyak warga yang menunggu.
“Kadang ada yang marah ke saya nulis surat, tapi bagaimana karena ada yang mendesak untuk atasi banjir,” imbuhnya.
Selain keterbatasan Rusun, lanjut Risma, menghapus kawasan kumuh di Surabaya juga terkendala dengan kurangnya kesadaran warga untuk direlokasi di Rusun. Namun dirinya optimisi, Surabaya bisa terbebas dari kawasan kumuh.
“Mereka yang tinggal di situ ingin memiliki rumah seperti yang lain, itu masalahnya,” pungkasnya.
Seperti pemberitaan sebelumnya, data kawasan kumuh di Surabaya luasannya mencapai 150 hektar.  Selain berada di bantaran sungai, area kumuh juga terdapat di sekitar jalur rel kereta api(KA). Kini Pemkot tengah menyusun rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Penataan Pemukiman dan Kawasan Kumuh, guna mengatasi problem itu.(id/r7)