Emil Dardak Sesalkan Demo Anarkis di Grahadi: Aspirasi Bukan Merusak

Emil Dardak Sesalkan Demo Anarkis di Grahadi: Aspirasi Bukan Merusak
Wagub Emil saat melakukan pengecekan Gedung Negara Grahadi usai aksi demo yang berujung ricuh. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC)Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memberikan respons terkait aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi yang sempat diwarnai tindakan anarkis oleh oknum massa. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan akan selalu terbuka terhadap segala bentuk aspirasi, namun tidak akan menoleransi tindakan yang mengarah pada perusakan fasilitas publik.

Dalam keterangannya, Emil Dardak menyampaikan bahwa prioritas utama pemerintah adalah menjaga kondusivitas situasi serta melindungi masyarakat luas dari potensi gangguan keamanan akibat tindakan sebagian oknum yang tidak bertanggung jawab.

Bacaan Lainnya

Ia menyayangkan, adanya pergeseran fokus dari beberapa oknum demonstran yang semula menyuarakan aspirasi, kini beralih pada tindakan yang merusak fasilitas. Akibatnya, beberapa orang terpaksa diamankan oleh pihak kepolisian.

“Kalau suara dan aspirasi harus diterima. Apapun yang menjadi aspirasi masyarakat kita harus selalu pasang telinga terbuka. Tapi kalau sudah tujuannya adalah merusak, mohon dimaklumi dan kita apresiasi aparat keamanan kita karena mengamankannya pun dengan penuh kehati-hatian, tetap menjaga tindakan yang humanis,” ujar Emil Dardak didampingi Sekda Provinsi Jatim, Sabtu (27/6/2026).

Emil juga menambahkan bahwa para petugas di lapangan menghadapi risiko yang sangat tinggi, mulai dari lemparan batu, serangan fisik, hingga ancaman bom molotov. Oleh karena itu, bersama Gubernur Jawa Timur, pihaknya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran petugas keamanan yang telah bekerja luar biasa.

Berdasarkan tinjauan di lapangan, sejumlah fasilitas di sekitar Gedung Grahadi mengalami kerusakan, terutama pada bagian pagar besi penahan yang sebenarnya tengah dalam proses konstruksi/renovasi.

Pihak berwenang segera mengamankan sisa-sisa besi tersebut agar tidak disalahgunakan. “Besi yang tadinya adalah bagian dari konstruksi malah jadi senjata. Ini yang bahaya. Makanya langsung dibereskan agar tidak digunakan lagi untuk kerusakan yang lebih luas,” tegasnya.

Baca Juga:  Wagub Emil Ajak Aisyiyah Sukseskan KEK Singosari

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebenarnya sangat terbuka untuk membuka ruang dialog yang dingin dan sehat. Emil mencontohkan bagaimana koordinasi biasanya berjalan lancar jika massa aksi berasal dari elemen mahasiswa yang jelas identitasnya.

“Kalau misalnya elemen mahasiswa kan jelas ya pakai jaket almamater, kita bisa berdialog dengan mereka. Tetapi yang ini (oknum perusuh), mau ditanya aspirasimu apa? Kita menawarkan diri untuk menyambut, justru yang utamanya mereka lakukan adalah serangan-serangan yang membahayakan keamanan,” kata Emil.

Emil Dardak berharap tindakan tegas namun humanis dari aparat keamanan ini dapat memberikan rasa aman dan keyakinan kepada publik bahwa ketertiban di Jawa Timur akan terus dijaga. Pihaknya juga mengimbau agar segala bentuk penyampaian pendapat di masa depan dapat dilakukan secara tertib tanpa mengorbankan stabilitas keamanan masyarakat.

Pos terkait