Risma Terima Doa dan Restu KH Chusaini Ilyas untuk Maju sebagai Gubernur Jawa Timur

Risma Terima Doa dan Restu KH Chusaini Ilyas untuk Maju sebagai Gubernur Jawa TimurMojokerto, (DOC) – Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 3. Tri Rismaharini, mengunjungi KH Chusaini Ilyas, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al-Mishbar di Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Mojokerto, pada Selasa (8/10/2024). Kunjungan ini merupakan bagian dari serangkaian silaturahmi Risma dengan berbagai tokoh agama dan masyarakat setempat.

Saat tiba di kediaman KH Chusaini, Risma di sambut hangat dengan senyum ramah. “Alhamdulillah, Bu Risma. Saya sehat. Bagaimana kabar Ibu?” jawab beliau, menyambut Risma dengan keakraban yang tulus.

Bacaan Lainnya

Suasana pertemuan terasa hangat dan penuh kesederhanaan. Risma duduk di samping KH Chusaini.  Keduanya tampak berbincang santai dalam suasana yang akrab. Pembicaraan ringan pun mengalir, diselingi tawa kecil dan cerita tentang masa lalu. Salah satu topik obrolannya adalah rencana beliau untuk umroh pada bulan Desember mendatang.

Bagi bu Risma (panggilan kesayangan Warga), KH Chusaini adalah guru dan ulama panutan. Semua keluarga Risma sangat menghormati beliau.

Di tengah perbincangan yang gayeng, tiba-tiba hadir Sa’dulloh Syarofi atau yang karib di sapa Gus Dulloh, calon Wakil Bupati Mojokerto. Kedatangan Gus Dulloh semakin menambah suasana akrab di pertemuan tersebut.

Risma Ceritakan Banyak Pejuang Surabaya Mundur ke Mojokerto Pada Agresi Militer Belanda

Dalam obrolan santai itu. Risma sempat menyinggung cerita yang pernah di sampaikan KH Chusaini tentang banyaknya pejuang dari Surabaya yang mundur ke Mojokerto pada saat agresi militer Belanda.

“Saya masih ingat sampai sekarang cerita KH Chusaini di saat Agenda Terong Gosong tahun lalu. Bahwa beliau sempat bertemu Kakek saya, KH Yasin Saleh di saat Pertempuran 10 November 1945 sampai dengan Agresi II tahun 1947. Beliau menyatakan para pejuang yang bertempur di Surabaya, di paksa mundur sampai Mojokerto. Kemudian penjajah membakar rumah-rumah di sekitar kediaman beliau di Mojokerto,” ucap Risma

Menurut Risma dari sejarah itu, mundurnya para pejuang dari Surabaya ke Mojokerto. Kemudian di kenang melalui kegiatan tahunan gerak jalan Mojokerto-Surabaya yang di adakan sekitar peringatan Hari Pahlawan.

Dalam kesempatan itu, Risma menyampaikan permohonan doa dan restu karena dia di tugaskan untuk mencalonkan sebagai Gubernur Jawa Timur.

KH Chusaini langsung merespons dengan memanjatkan doa agar Risma selalu diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas-tugasnya, diberi kekuatan lahir dan batin, serta bisa menjadi pemimpin yang amanah, adil, dan menyejahterakan masyarakat Jawa Timur.

Silaturahmi ini tak hanya mempererat hubungan Risma dengan tokoh agama dan masyarakat, tetapi juga menjadi momen refleksi penting. KH Chusaini mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang mendengarkan dan merangkul semua elemen masyarakat, sebuah nilai yang juga ditekankan oleh Risma dalam setiap tugasnya.

Pertemuan tersebut mencerminkan kedekatan Risma dengan masyarakat Jawa Timur, terutama dengan para tokoh agama dan masyarakat yang memiliki peran penting dalam membangun moral dan spiritual masyarakat. Suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan ini menjadi sinyal kuat dari komitmen Risma untuk terus menjaga hubungan baik dengan semua lapisan masyarakat. (r5)