Rismon Sianipar Mohon Maaf Atas Dugaan Ijazah Palsu, Begini Respons Jokowi

Rismon Sianipar Mohon Maaf Atas Dugaan Ijazah Palsu, Begini Respons Jokowi

Solo,(DOC) – Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi menerima permintaan maaf Rismon Sianipar yang mendatangi kediaman pribadinya di Sumber, Solo pada Kamis (12/3/2026) sore.

Bacaan Lainnya

Rismon adalah tersangka dalam kasus dugaan penyebaran tuduhan ijazah palsu Jokowi. Dia mendatangi Jokowi dan meminta maaf secara langsung sebagai bagian dari pengajuan restorative justice.

“Ya kemarin datang Pak Rismon Sianipar ke sini, ke kediaman saya. Saya menerima permohonan maaf Pak Rismon Sianipar,” kata Jokowi, dikutip Sabtu (14/3/2026).

Jokowi melanjutkan, meskipun Rismon sudah meminta maaf, namun urusan restorative justice diserahkan kepada penasehat hukum dan aparat kepolisian.

“Dan nanti mengenai untuk urusan restorative justice-nya saya serahkan kepada penasehat hukum saya karena itu kewenangan dari Polda Metro, kewenangan penyidik yang ada di Polda Metro Jaya,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga sedikit menggambarkan suasana pertemuan tertutup antara dirinya dengan Rismon Sianipar di dalam kediaman pribadinya. Menurut mantan Wali Kota Solo itu, pertemuan berjalan dengan santai.

“Ya biasa saja, (santai) acaranya, biasa,” ucapnya sambil tertawa.

Ketika disinggung apakah merasa marah ketika bertemu dengan Rismon, Jokowi hanya mengatakan biasa tidak ada rasa marah. “Ya biasa saja (tidak marah). Biasa saja,” kata dia.

Setelah bertemu Jokowi, Rismon bertamu ke Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang juga putra sulung Jokowi.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima Rismon Sianipar di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Gibran memeluk tersangka kasus dugaan Ijazah palsu Jokowi tersebut,

Pertemuan itu digelar usai penulis buku berjudul “Jokowi’s White Paper” itu menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Jokowi dan mengajukan restorative justice dalam kasus Ijazah palsu Jokowi.

Pertemuan Gibran dan Rismon digelar secara tertutup dari awak media. Berselang 45 menit, Gibran dan Rismon keluar dari ruangan Kantor Wakil Presiden, dan menyapa awak media.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Resmikan Tol Trans Sumatera di Lampung

Gibran yang memakai setelan jas biru dongker dan kemeja putih, berbincang singkat dan menjabat tangan Rismon.

“Makasih, makasih, makasih. Pokoknya kita ini saudaraan. Sudah, enggak ada apa-apa lagi,” kata Gibran seraya memeluk tubuh Rismon.

Setelah itu, Gibran pun memberikan sebuah parsel besar untuk Rismon yang berasal dari Balige, Sumatera Utara itu.

“Ini, kan mau pulang kampung,” kata Gibran kepada Rismon.

Mendengar itu, Rismon pun tertawa sambil membawa parsel meskipun sedikit kewalahan dengan besarnya bingkisan itu.

Rismon yang menjadi tersangka atas tuduhan ijazah palsu terhadap Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu menyampaikan permohonan maaf dan memberi klarifikasi melalui kanal YouTube Balige Academy yang diunggah pada Rabu (11/3/2026).

Melalui klarifikasi itu, Rismon menemukan sejumlah temuan baru yang dipertanggungjawabkannya secara ilmiah dan akademik. Salah satunya mengenai keaslian ijazah Jokowi.

Menurut dia, objek kajian, seperti emboss dan watermarks dalam ijazah menunjukkan konsistensi sehingga mendukung bukti keaslian ijazah tersebut. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan permintaan maafnya kepada Jokowi dan publik perihal temuan terbarunya mengenai ijazah Jokowi. Permintaan maaf itu sebagai bentuk tanggung jawab setelah meneliti ijazah Jokowi ada perubahan.

“Ya tentu, saya pun minta maaf kepada publik. Apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo, itulah pertanggungjawaban seorang peneliti yang harus independen, yang siap dicerca, dihina, dengan narasi-narasi sesuka mereka,” katanya.

Atas permohonan maaf itu, Wapres Gibran mengatakan Ramadan merupakan bulan yang baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan.

“Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” ujar Gibran.

Gibran juga menghargai pernyataan dan sikap Rismon yang telah menyampaikan klarifikasi serta kesediaannya meninjau kembali pernyataan yang sebelumnya disampaikan kepada publik. Langkah tersebut dinilai telah menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. (rd)

Pos terkait