Saddil Timnas U-19 Ditahan Polisi, Usai Aniaya Mantan

Lamongan, (DOC) – Bintang lapangan hijau timnas U-19 Saddil Ramdani harus berurusan dengan polisi. Winger Persela Lamongan terpaksa ditahan di Mapolres Lamongan atas dugaan penganiayaan terhadap kekasihnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan adanya kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang pemain timnas yang juga pemain Persela.

“Saat dimediasi, pihak keluarga korban meminta kasus ini diproses secara hukum. Laporan juga telah diterima Polres Lamongan setempat,” ujar Frans, Jumat (2/11) pagi.

Menurut Frans Barung, kasus penganiayaan berawal saat korban Anugerah Sekar Rukmi (19) atau An kekasih Saddil Ramadani berangkat dari Gresik menuju ke mess Persela. An  menemui pemain timnas U-19 yang juga pemain Persela itu.

Saat tiba di mess Persela, kedua bertemu di belakang mess. Tepatnya, di Gang Magarsari Kelurahan Temenggungan Kecamatan Lamongan. Namun, tiba-tiba keduanya terlibat cekcok. Saat keributan itu tiba-tiba Saddil mengayunkan tangannya hingga mengenai wajah korban hingga berdarah.

Tak lama usai kejadian,  An melaporkan kasus penganiayaan ini ke Satreskrim Polres Lamongan.  “Saat ini yang bersangkutan (Saddil Ramdani) telah menjalani pemeriksaan di Satreskrim. Saddil terpaksa kami tahan. Namun, yang bersangkutan bisa mengajukan penangguhan bila alasan tertentu yang disepakati,” imbuh Barung.

Saat ditemui awak wartawan di Mapolres Lamongan, Jumat (2/11/2018), Saddil mengakui sendiri dirinya sempat terlibat cekcok dengan pelapor yang tak lain merupakan mantan kekasihnya.

“Saya mengklarifikasi bahwa saya siap menjalani proses hukum. Saya mungkin kurang fokus jadi spontan,” ujar Saddil saat dikawal petugas.

Saddil pun menceritakan, bahwa sebenarnya dirinya sudah lama berpisah dengan pelapor, Anugrah Sekar Rukmi (19). Saddil mengaku, korban saat itu memaksakan diri untuk mengajak bertemu. Padahal di waktu yang sama, Saddil sedang terdapat masalah pribadi dari mess timnya. Hal itulah yang kemudian membuatnya kehilangan kendali.

Saddil juga menolak bila dirinya dikatakan melakukan pemukulan bahkan hingga berkali-kali. “Saya tidak pukul. Hanya satu kali saja saya mengayun tangan, mungkin kena cakar sampai berdarah. Sekali saja, tapi memang ada goresannya bikin berdarah banyak di wajah,” urai Saddil.

“Ini jadi pelajaran pribadi buat saya. karena saya sendiri juga tidak menginginkan kejadian ini terjadi kepada saya. Saya siap menjalani semuanya,”imbuhnya.

Saddil mengakui dirinya sudah berupaya berittikad damai dan memanggil keluarga terlapor. Namun keluarga korban tidak sepakat. “Ya sudah. Saya ikhlas. saya sebagai laki-laki sudah salah. Saya juga sudah meminta maaf dengan korban,” tutupnya. (Pbr)