Siti Marshita Sempat Bertemu Mendagri, Warga Tegal Bersorai Wali Kotanya Ditangkap KPK

Wali Kota Tegal


Jakarta,(DOC) – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wali Kota Tegal, Siti Mashita Soeparno, Selasa(29/8/2017) sore kemarin, membuat kaget Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.
Ia yang mengaku mengenal baik putri mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Soeparno, tak menyangka hal ini bisa menimpanya.
“Wali Kotanya (Siti Mashita,red) habis ketemu di Rakor wanita Golkar. Sedih dan prihatin. Saya kenal baik dan tidak menyangka,” ucap Tjahjo via pesan seluler, Rabu(30/8/2017).
Dengan kejadian itu, Tjahyo menghimbau kepada semua pihak, agar lebih memahami area yang ramah akan korupsi.
“Instropeksi bagi semuanya, khususnya saya untuk lebih memahami terkait area rawan korupsi,” ucapnya.
Siti Masitha bersama dengan Wakil Wali Kota Muhammad Nur Sholeh merupakan kepala daerah kota Tegal hasil pemilihan tahun 2013 lalu. Ia dilantik pada 23 Maret 2014 menggantikan Ikmal Jaya yang sebelumnya ditangkap juga oleh KPK karena korupsi pelaksanaan tukar guling (ruilslag) tanah.

Siti Marshita Soeparno Pakai Rompi Tahanan KPK


Siti Masitha Soeparno terjaring OTT terkait kasus suap infrastruktur dan perizinan di daerahnya.  Wali kota berparas cantik ini, ditangkap 5 orang petugas KPK dirumah dinasnya kompleks Balai kota Tegal, jalan Ki Gede Sebayu, kelurahan Mangunkusumo, Tegal Timur, sekitar pukul 18.00 WIB, Selasa(29/8/2017) kemarin.
Sebelum penangkapan, Siti Masitha sempat menemui massa dari NU yang melakukan aksi unjuk rasa di depan kantornya. Kemudian, Ia menggelar rapat evaluasi capaian kerja triwulan dengan sejumlah organisasi Perangkat daerah (OPD) di Gedung Adipura dan selesai sekitar pukul 17.45 WIB.
Usai rapat, Politikus Partai Golkar ini kembali ke ruang kerjanya dan sekitar pukul 17.50 WIB, 3 orang yang diduga petugas KPK datang dan langsung membawa Siti dengan mobil milik petugas KPK.
Selain menangkap orang nomer 1 di Tegal jawa Tengah, petugas KPK juga mencokok lima orang pejabat Pemkot Tegal yang diduga terlibat kasus tersebut.
KPK sendiri belum membeberkan nama para pejabat Pemkot Tegal yang tertangkap OTT. “OTT KPK ini merupakan hasil dari rangkaian penyelidikan di tiga kota, yakni Tegal, Balikpapan, dan Jakarta. Nama dan jabatan masih disembunyikan menunggu status hasil  pemeriksaan 24 jam,” tukas Juru bicara KPK, Febri Diansyah.
Barang bukti berupa uang ratusan juta rupiah diamankan petugas KPK dari pejabat Pemerintah Kota Tegal yang tersimpan dalam tas. Sejumlah ruangan juga disegel oleh petugas KPK.
“Ada sejumlah uang diamankan, ratusan juta rupiah,” tandasnya.
Sementara itu, sejumlah pihak menyebutkan, Siti Mashita diduga menerima suap dari seorang pengusaha di Kota Tegal untuk proyek infrastruktur dan perizinan, berupa pembangunan fisik ICU RSUD Tegal.

Siti Mashita Ambil Hak Suara di TPS


OTT Petugas KPK terhadap Wali Kota Tegal Jateng ini, disambut kegembiraan oleh sebagian besar warga dengan mendatangi kediaman Siti Marshita. Aksi warga ini membuat kerepotan petugas kepolisian.
“Warga euforia atas perkembangan situasi. kami kerahkan 20 personil untuk mengamankan asset. Sewaktu-waktu warga bisa kembali lagi,” ungkap Kapolsek Tegal Timur, Kompol Muh Syahri, Rabu(30/8/2017).
Informasi beberapa warga, selama menjabat, sering terjadi permasalahan di wilayah kota Tegal. Bahkan di tahun 2015 lalu, pernah terjadi kekisruhan pegawai dilingkungan Pemkot Tegal yang menyita banyak perhatian. Kala itu, Siti Mashita memecat 15 pejabat eselon II dan III hingga mereka menggugat di Pengadilan Tata Usaha Negara(PTUN).(vc/kc/tc/hy/r7)