Jakarta,(DOC) – Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebut bahwa program Sekolah Rakyat saat ini masih menghadapi tantangan kekurangan tenaga pendidik. Meskipun program ini berjalan baik di berbagai daerah, persoalan sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan rumah utama.
“Yang kurang ini tenaga kependidikan. Yang lain seperti wali asrama, wali asuh, cleaning service, kemudian juga security. Ini semua sedang kita lengkapi per hari ini,” ujar Gus Ipul, dikutip Kamis (24/7/2025).
Namun Gus Ipul mengatakan jumlah kekurangan tenaga pendidik tidak begitu signifikan. Misalnya di satu Sekolah Rakyat dibutuhkan sembilan tenaga pendidik, tapi baru enam orang yang tersedia.
Gus Ipul pun yakin, meskipun Sekolah Rakyat kekurangan tenaga pendidik, semua program akan berjalan maksimal. Gus Ipul menyebut, pihaknya telah menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah untuk membantu pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik ini.
Selain itu, Kementerian Sosial juga mengupayakan dukungan dari internal untuk mempercepat penyesuaian.
“Alhamdulillah sudah ada solusi-solusi,” singkatnya.
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berbasis inklusi yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Tujuan utamanya adalah memberikan akses pendidikan gratis yang layak bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Program ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memberantas kemiskinan struktural melalui sektor pendidikan. Kementerian Sosial (Kemensos) di percaya sebagai pelaksana utama program, dengan dukungan lintas kementerian dan lembaga.
Kemensos menargetkan 100 Sekolah Rakyat beroperasi pada tahun ajaran baru 2025/2026 di seluruh Indonesia. Untuk merealisasikan target tersebut, Kemensos telah menyiapkan sejumlah langkah percepatan, termasuk pengadaan sarana dan prasarana, pelatihan tenaga pendidik, dan kerja sama dengan pemerintah daerah setempat.(rd)





