Seorang Pengendara Tewas di Jalan Kupang Indah, Diduga Korban Penjambretan

ilustrasi

Surabaya,(DOC) – Diduga tindak kriminalitas kembali terjadi pada bulan ramadhan menjelang lebaran Idul Fitri 2019. Dugaan kejahatan berupa penjambretan yang terjadi di jalan Kupang Indah Surabaya, Minggu(2/6/2019). Seorang perempuan meninggal dunia, lantaran di duga korban pejambretan.

Korban bernama Sama’ati (35), warga Jl Tambak Mayor Utara RT 007/004, Asemrowo, Surabaya, yang sedang melakukan perjalanan pulang dari tempatnya bekerja sebagai asisten rumah tangga, tewas dengan kepala pecah akibat benturan keras setelah menjadi korban penjambretan yang gagal terjadi.

Bacaan Lainnya

Seorang Jukir di salah satu hotel di jalan Kupang Indah yang tak mau menyebutkan namanya, melihat pengendara motor merk Suzuki Satria FU warna merah muda yang berboncengan dan tengah memacu kendaraannya sangat kencang, sebelum warga mengetahui ada korban meninggal di lokasi.

“Tadi waktu sebelum kita mengetahui adanya korban, saya lihat dua orang berboncengan menggunakan Suzuki Satria FU berwarna pink, menarik gas cukup tinggi. Sempat saya teriakin tadi Woi, mau lebaran, ngebut, mati nanti,” ungkapnya.

Terpisah, adik ipar korban, Muhlimin menjelaskan, bahwa dirinya mendapat informasi dari Santos anggota Polsek Sukomanunggal yang menyatakan kakaknya menjadi korban penjambretan.

“Tadi pihak Polisi mengatakan, kalau kakak saya menjadi korban jambret. Pelakunya menggunakan motor Susuki Satria FU 150 warna Ping, yang tanpa menggunakan nomor polisi,” ucapnya.

Muhlimin menambahkan, korban yang bekerja selama 20 tahun sebagai asisten rumah tangga tersebut, saat mengendarai motor tidak pernah dengan kecepatan tinggi.

“Kakak saya itu kalau naik motor gak pernah kencang, makanya lukanya kok sampai parah seperti itu,” tambahnya.

Sementara itu, pernyataan berbeda disampaikan oleh Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal, Ipda Rochim yang menyatakan, bahwa pihak kepolisian belum bisa memastikan pengendara yang meninggal tersebut adalah korban penjambretan.

“Laporan awal yang masuk, adalah korban Laka tunggal, kami harus memastikan dulu dan tidak bisa langsung menyimpulkan seperti itu (jambret.red),” katanya.

Rochim mengungkapkan, guna membuktikan hal tersebut, pihaknya akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu dengan mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi.

“Akibat kabar ini, maka kami akan melakukan olah TKP meski waktunya agak mundur,” tandasnya.(hadi/r7)