Jakarta (DOC) – Pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu masih terus dilakukan. Pada pencarian yang dilakukan pada Minggu (10/1), tim gabungan dari TNI, KNKT hingga Basarnas menemukan sejumlah barang yang diduga berasal dari pesawat Sriwijaya Air.
Seperti apa temuannya? Berikut hasilnya, seperti dilansir dari Kumparan, Senin (11/1):
1. Denjaka Temukan Kabel Hingga Nomor Kursi Sriwijaya Air
Tim SAR Gabungan dari Detasemen Jalamangkara (Denjaka) menemukan serpihan Sriwijaya Air di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang. Serpihan pesawat yang ditemukan berupa plat besi berukuran panjang kurang lebih 3 meter di kedalaman 16 meter.
Selain itu, tim juga menemukan serpihan bodi pesawat, serpihan mesin pesawat dan hidrolik kabin penumpang. Serpihan yang telah ditemukan diserahkan dan dikumpulkan di Pelabuhan JICT, Jakarta Utara.
2. TNI AL Temukan Pecahan Ban dan Baju Anak Pink
Selain plat besi, serpihan mesin pesawat dan kabel, tim gabungan juga menemukan sejumlah properti yang diduga milik penumpang. Salah satunya yang ditemukan adalah properti berupa baju anak-anak berwarna pink.
Selain baju anak-anak, ditemukan juga pecahan ban yang merupakan bagian dari pesawat.
“Setelah memeriksakan barang yang diserahkan KRI Kurau, kami mengambil properti berupa baju anak-anak warna pink. Serpihan-serpihan berbadan pesawat akan kami serahkan ke KNKT,” kata Kasubdit Dokpol Bidokkes Polda Metro Jaya Kompol Asep Yunardi.
3. Kopaska Temukan Bagian Pesawat Sriwijaya Air di Kedalaman 23 Meter
Tim penyelam Komando Pasukan Katak (Kopaska) juga diterjunkan untuk membantu pencarian. Mereka pun menemukan sejumlah bagian pesawat.
Sejumlah bagian pesawat yang ditemukan di antaranya life vest hingga registrasi pesawat.
“Tim penyelam dari Kopaska menemukan serpihan pesawat, seperti life vest, warna bagian dari pesawat ada juga. Dan juga bagian dari registrasi pesawat,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
“Barang-barang ini ditemukan dari kedalaman 23 meter,” tambah dia.
4. Polisi Terima Bagian Tubuh yang Diduga Penumpang Sriwijaya Air
Bagian tubuh diduga penumpang Sriwijaya Air juga ditemukan oleh tim gabungan dalam pencarian. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya telah menerima sejumlah kantong senjata yang akan dibawa ke RS Polri untuk diidentifikasi.
“Sampai dengan Subuh tadi, ada 2 kantong yang sudah kami terima. Kantong pertama berisi properti penumpang. Satu kantong berisi body part (bagian tubuh). Ini yang sedang kami identifikasi,” kata dia.
Yusri meminta keluarga terdekat segera datang ke RS Polri untuk memberikan data atau ante mortem. Sehingga identifikasi bisa berjalan dengan cepat.
“Silakan, keluarga terdekat yang tahu persis silsilah korban, punya rekam jejak kesehatan, yang satu aliran darah untuk bisa datang. Akan kami layani,” ucap Yusri.
5. Serpihan Sriwijaya Air Ditemukan di Laut Jakarta
Serpihan Sriwijaya Air lainnya ditemukan di Laut Jakarta. Serpihan yang ditemukan berwarna putih, dan ditemukan juga lempengan dan sejumlah kabel.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Hendra Sudirman, menyebut penemuan diduga serpihan itu akan dibawa ke JICT II untuk diidentifikasi.
“Barang-barang yang berhasil kita temukan akan kami ekspose nanti di Posko Utama JICT II Tanjung Priok supaya nanti dari pihak maskapai Sriwijaya Air sendiri yang memastikan apakah benda tersebut bagian dari pesawat yang kita cari,” kata Hendra dalam keterangannya.
6. Basarnas Temukan Kantong Hitam Diduga Serpihan Sriwijaya Air
Basarnas menemukan kantong hitam yang diduga serpihan Sriwijaya Air tidak jauh dari Pulau Lancang dan Pulau Laki. Kabasarnas Marsdya Bagus Puruhito mengatakan ada sejumlah barang yang diduga semacam jeans.
“Nanti kita akan konfirmasikan dengan KNKT karena kebetulan di situ ada diduga semacam jeans gitu ya, dan ada sedikit bagian akan dikoordinasikan dengan DVI-nya untuk dikonfirmasi,” ucapnya.
Namun demikian, ia belum bisa memastikan barang-barang yang berada di kantong hitam tersebut. Memang diduga merupakan serpihan pesawat, tetapi akan dipastikan terlebih dahulu dengan mengonfirmasinya ke KNKT dan DVI Polri.
“Ini kami bawa kembali ke sini untuk dicek dengan KNKT dan DVI apa itu sebenarnya. Jadi kami Basarnas belum bisa mengatakan apa dan bagaimana,” tuturnya.(kmp)

