Sumur Mengering, Warga Desa Pulo Lumajang Kesulitan Air Bersih

Sumur Mengering, Warga Desa Pulo Lumajang Kesulitan Air BersihLumajang, (DOC) – Kekeringan yang melanda Desa Pulo, Kecamatan Tempeh, kabupaten Lumajang semakin memprihatinkan. Warga di dua dusun, Krajan dan Umbulsari, harus berjuang mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Sumur-sumur warga mengering akibat banjir lahar dingin Gunung Semeru yang merusak dan Klerek beberapa bulan lalu. Kondisi ini di perparah oleh musim kemarau yang berkepanjangan.

Bacaan Lainnya

Lutfi, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa keluarganya membutuhkan setidaknya 6 galon air bersih setiap hari.

“Kami terpaksa mengambil air di sungai untuk keperluan mandi dan mencuci pakaian. Karena sumur-sumur di rumah sudah tidak mengeluarkan air lagi,” keluhnya.

Senada dengan Lutfi, Rahmat juga mengeluhkan kesulitan yang sama.

“Sekarang ini mencari air bersih sangat sulit. Kami harus pergi ke sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Warga lainnya bahkan rela mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menggali sumur lebih dalam.

“Dulu cukup menggali sedalam 6 meter sudah keluar air. Sekarang, ada warga yang harus menggali hingga 20 meter lebih dengan biaya mencapai Rp 4 juta,” ungkapnya.

Menanggapi krisis ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang telah berupaya memberikan bantuan.

Darmawan, anggota Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, mengatakan bahwa pihaknya telah mendistribusikan 21 tandon air berkapasitas 1.200 liter di Desa Pulo.

“Setiap hari kami terus menyalurkan air bersih kepada warga yang membutuhkan,” jelasnya.(Imam)