Surabaya Kembangkan Urban Farming, Menko Pangan: Ini Luar Biasa!

Copyright:IKP

Surabaya, (DOC) – Menteri Koordinator (Menko) Pangan RI, Zulkifli Hasan (Zulhas), melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani (Poktan) Kosagrha Lestari di Medokan Ayu, Surabaya. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung praktik urban farming yang di terapkan warga.

Menko Zulhas tiba sekitar pukul 08.30 WIB dan di sambut oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti. Turut hadir anggota Poktan yang antusias menyambut kedatangannya. Dalam kesempatan itu, Zulhas memberikan apresiasi atas kreativitas warga dalam memanfaatkan fasilitas umum (Fasum) sebagai lahan pertanian.

Bacaan Lainnya

“Seorang pemimpin harus mencintai warganya. Jika peduli, pasti akan lahir ide-ide kreatif seperti ini. Warga RW IV berhasil menjadikan Fasum produktif dengan menanam sayuran, cabai, terong, serta beternak ikan dan ayam petelur. Ini luar biasa,” ujarnya.

Menurut Zulhas, jika konsep ini di terapkan lebih luas, kemandirian pangan nasional bisa segera terwujud.

“Di sini ada 900 meter persegi lahan yang di manfaatkan dengan baik. Dengan konsep ini, kebutuhan sayuran, cabai, telur, dan ikan bisa terpenuhi. Jika gerakan ini menyebar ke seluruh Indonesia, tentu akan sangat membantu masyarakat,” jelasnya.

Jaga Stabilitas Pangan

Di sisi lain, Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti, menyebutkan bahwa urban farming berperan besar dalam menjaga stabilitas harga pangan.

“Menko Pangan ingin melihat langsung bagaimana urban farming di Surabaya berkontribusi. Jika cabai bisa di budidayakan sendiri, maka harga di pasar tidak mudah berfluktuasi,” ujarnya.

Saat ini, Surabaya memiliki sekitar 130 kelompok tani urban farming. Selain itu, ada 35 kelompok tani konvensional yang fokus pada tanaman pangan seperti padi dan jagung.

Ketua Poktan Kosagrha Lestari, Pridha Nashari Rakhmatika, merasa bangga atas kunjungan Menko Pangan.

“Kami sangat termotivasi dengan kunjungan ini. Rasanya seperti mendapat dukungan besar untuk terus berkembang,” ungkapnya.

Baca Juga:  Wali Kota Ajak Muhammadiyah dan Aisyiah Bangun Surabaya

Ia menjelaskan bahwa awalnya, kelompok ini hanya ingin mengubah lahan Fasum agar lebih bermanfaat bagi warga.

“Dulu lahan ini sering banjir. Kami memulai dengan menanam sayur di botol plastik. Sekarang sudah berkembang dengan berbagai tanaman, seperti lobak putih dan melon,” tambahnya.

Selain pertanian, Poktan Kosagrha Lestari juga memiliki bidang usaha dan peternakan. Mereka tidak hanya menjual hasil panen segar, tetapi juga memproduksi berbagai olahan berbasis pertanian.

Saat ini, mereka tengah mengembangkan lahan baru untuk menanam sawi.

“Kami berharap hasil panen nanti bisa mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu pemasok,” pungkasnya. (r6)

Pos terkait