
Surabaya, (DOC) – Sebagai kota metropolitan yang terus tumbuh, Surabaya tak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga berjuang menyelamatkan generasi mudanya. Di tengah tantangan sosial seperti begadang, kecanduan gawai, bolos sekolah, dan resistensi terhadap orang tua, Pemerintah Kota Surabaya bergerak proaktif melalui inisiatif Rumah Ilmu Arek Suroboyo (RIAS).
RIAS bukan sekadar tempat penampungan sementara. Ia adalah pusat pemulihan, pembinaan karakter, dan penguatan masa depan bagi anak-anak yang kehilangan arah.
M. Isa Ansori, pemerhati kebijakan sosial sekaligus pengurus LPA Jawa Timur, menegaskan bahwa kondisi anak-anak yang rentan bukan sekadar kenakalan biasa, melainkan tanda mendesaknya peran negara.
“RIAS hadir sebagai solusi komprehensif—terintegrasi dengan Kampung Anak Negeri dan Asrama Bibit Unggul. Di sini anak-anak di dampingi secara sosial, di bekali keterampilan hidup, dan mendapat terapi psikososial. Ini bentuk nyata keberpihakan negara,” ujarnya, Senin (9/6/2025).
Isa menekankan bahwa pendekatan jemput bola harus di optimalkan. Ia mendorong Pemkot, RT/RW, Kader Surabaya Hebat, hingga tokoh masyarakat untuk aktif mendeteksi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus di pelosok kota.
Call Center Layanan
Selain itu, ia meminta agar sosialisasi call center layanan seperti SAPA 129 dan PUSPAGA di gencarkan, agar orang tua tahu ke mana harus meminta bantuan.
“Langkah ini bukan sekadar layanan, tapi bentuk nyata negara hadir menyelamatkan anak-anak yang kehilangan pegangan.”
Isa juga menyatakan bahwa menempatkan anak di asrama adalah bentuk kasih sayang negara, bukan hukuman. Ia mengacu pada UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang mewajibkan negara memberi perlindungan khusus bagi anak yang menghadapi masalah sosial.
“Jika satu anak terselamatkan dari kehancuran, itu artinya satu generasi telah di selamatkan.”
Surabaya, menurut Isa, telah mengambil langkah berani. Sekarang, tugas selanjutnya adalah memperkuat sistemnya—dengan penambahan anggaran, peningkatan standar pengasuhan, serta perluasan jangkauan ke seluruh kota.
“Surabaya tidak hanya sedang membangun jalan dan trotoar. Surabaya sedang membangun peradaban. Dan RIAS adalah salah satu fondasi terpentingnya,” pungkasnya. (r6)





