Haflah dan Milad ke-24 Sabilillah, Momentum Silaturahmi dan Spiritualitas

Haflah dan Milad ke-24 Sabilillah, Momentum Silaturahmi dan Spiritualitas
Haflah dan Milad ke-24 Sabilillah, Momentum Silaturahmi dan Spiritualitas

Surabaya (DOC) – Pondok Pesantren Sabilillah menggelar Haflah Akhirussanah sekaligus Milad ke-24 pada Sabtu malam (8/6/2025). Acara berlangsung dengan penuh syukur, khidmat, dan semangat kebersamaan. Ribuan jamaah dari berbagai daerah hadir memenuhi halaman pesantren, larut dalam lantunan dzikir, sholawat, manakib, dan tausiyah yang menggugah hati.

Acara ini di selenggarakan bekerja sama dengan Jama’ah Al-Khidmah, dan turut menghadirkan pondok pesantren Asalafi Al-Fitro Kedinding Surabaya. Rangkaian acara di mulai sejak pagi hari, di awali dengan khataman Al-Qur’an dan ziarah ke makam muassis, Almarhum K.H. Ismujid, pendiri awal pesantren.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, H. Muhammad Basuni, pengasuh Pondok Pesantren Sabilillah, mengenang perjalanan panjang pesantren dari awal berdiri di Wonokromo, hingga pindah ke Lidah Wetan pada tahun 1980.

“Dulu kami memulai dari tempat yang sangat sederhana. Sekarang, santri datang dari berbagai wilayah Surabaya, bahkan banyak mahasiswa UNESA dari luar kota yang ikut nyantri di sini,” tutur beliau penuh haru.

Ketua panitia, Muhammad Lukmannul Hakim, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara dan antusiasme semua pihak.

“Ini bukan hanya hajatan pesantren, tapi hajatan kita semua. Berkat dukungan donatur, jamaah, serta gotong royong santri dan alumni, acara ini berjalan penuh berkah,” ujarnya.

Komitmen Yayasan

Sementara itu, H. Zakaria, selaku pengurus Yayasan Sabilillah, menyampaikan komitmen yayasan dalam mendukung keberlanjutan program pesantren.

“Kami bangga melihat semangat kebersamaan ini. Yayasan akan terus berkontribusi untuk pengembangan fasilitas dan pendidikan di Sabilillah,” kata Basuni.

Puncak acara malam hari di tandai dengan Haflah Dzikir, Sholawat, Manakib, serta tausiyah dari K.H. Basori Alwi yang mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur pesantren.

“Pesantren seperti Sabilillah adalah amanah besar dari para ulama. Kita wajib melanjutkan semangat mereka dengan ilmu, akhlak, dan cinta sholawat,” pesan beliau, yang di sambut penuh haru oleh hadirin.

Baca Juga:  Wali Kota Eri Pastikan Korban Santri Dirawat Maksimal di RSUD Soewandhie

Acara di tutup dengan pembacaan maulid, manakib, doa bersama, dan mau’idhoh hasanah, meninggalkan kesan spiritual yang dalam. Haflah ini kembali menegaskan peran Pondok Pesantren Sabilillah sebagai pusat dakwah dan pendidikan Islam yang inklusif, membimbing santri, mahasiswa, dan masyarakat umum. (r6)

Pos terkait