Tenaga Ahli Pertanian Semakin Langka di Indoensia, IPB Bidik Siswa Untuk Sosialisasi

Surabaya,(DOC) – Menurunnya minat para pelajar untuk serius mendalami ilmu pertanian, membuat kekuatiran tersendiri bagi Institut Pertanian Bogor (IPB). Hal ini disikapinya dengan melakukan sosialisasi secara terus menerus melalui program ‘goes to school 2017’.
Sabtu,(4/2/2017) pagi, bertempat di ruang Sawunggaling Lt. 6 Pemkot Surabaya, IPB menggelar sosialisasi kepada siswa-siswi di Surabaya dan sekitarnya, tentang pentingnya ilmu pertanian serta peluang bisnis sekaligus bidang kerja.
Kegiatan yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Surabaya (Himasurya) IPB Plus mengundang siswa-siswi dari Surabaya, Mojokerto, Gresik, dan Sidoarjo.
Dr. Ir. Drajat Martianto, MSc Direktorat Adminstrasi Pendidikan IPB memaparkan kegiatan ini memberikan pemahaman kepada siswa dan calon mahasiswa agar mengetahui dunia pertanian memiliki spektrum lebih luas. Hal ini dikarenakan selama ini pemahaman di masyarakat hanya sebatas pertanian on farm saja.
“Kita memberikan pemahaman apa itu pertanian dan IPB. Spektrum dunia pertanian sangat luas bukan hanya soal cangkul-mencangkul saja,” kata pakar pertanian yang juga anggota Pokja Ketahanan Pangan Kementerian ini.
Perubahan maindset dalam bidang pertanian perlu dilakukan kepada generasi muda. Apalagi kondisi alam di Indonesia menurutnya membutuhkan sumber daya manuasia (SDM) untuk mengelola agar bisa bermanfaat dan maksimal. Pihaknya mengatakan bahwa bisnis di bidang pertanian punya peluang paling besar saat ini.
“Karena di IPB akan mempelajari mulai dari breading, pasar, manajemen hingga asuransi pertanian. Banyak pilihan bidang yang bisa dipelajari dalam pertanian modern,” katanya.
Sementara itu, Bellya Anasti Maharani, Humas Panitia IPB Plus Goes To School 2017,  menyatakan acara ini untuk menjaring mahasiswa baru dengan memberikan wawasan perkembangan dunia pertanian terbaru. Termasuk peluang usaha atau agrotechnopreneur yang saat ini sangat menjanjikan.
“Acara ini untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda bahwa dunia pertanian sangat menarik untuk dipelajari. Saat ini IPB menjadi satu-satunya kampus terbaik dalam bidang pertanian,” kata mahasiswi semester II yang akrab disapa Abel ini.
Menurutnya, saat ini dunia pertanian selalu berkembang dengan peran teknologi sehingga dibutuhkan SDM yng mumpuni untuk mengelola.
“Dunia pertanian selalu berkembang pada banyak bidang. Jangan sampai karunia alam dan kekayaan melimpah ini tidak dimaksimalkan,” tutur mahasiswi yang bercita-cita sebagai pengusaha perikanan ini.(iw/r7)