Tentang Pemanfaatan Maritim, Ini Pandangan Tiga Guru Besar UNAIR

Surabaya,(DOC) – Tiga guru besar Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya memberikan pandangannya dalam diskusi bertema ”Pemanfaatan Kekayaan Maritim dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia”, yang diselenggarakan Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR, Kamis (13/9).

Prof. Dian dalam paparan pertamanya menjelaskan pentingnya konsep Sustainable Development Goals (SDGs) dalam melakukan pemanfaatan sumber daya dalam praktik ekonomi, khususnya dalam bidang kemaritiman. Sebab, sering hal tersebut menimbulkan masalah, terutama yang berkaitan dengan ekosistem. Terlebih saat ini dengan perkembangan teknologi yang pesat dalam revolusi industri 4.0. Misalnya, dalam kasus perkiraan punahnya tuna sirip kuning di laut pada rentang lima sampai sepuluh tahun ke depan.

Perkiraan tersebut muncul setelah terjadi praktik eksplotasi tuna sirip kuning karena benilai ekonomi yang tinggi. Karena itu, menurut Prof . Dian, diperlukan konsep tiga P dalam kegiatan ekonomi. Yakni, public, place, dan planet. Artinya, kegiatan ekonomi juga mesti memperhatikan nilai-nilai sosial kemasyarakatn (public), perusahaan (place), dan ekosistem atau lingkungan (planet).

”Itulah kenapa diperlukan akuntabilitas dan transparansi aktivitas ekonomi dalam laporan keuangan dari sebuah perusahaan,” ujarnya.

Menambahkan pernyataan Prof. Dian, pakar sosiologi Prof. Mustain menyoroti bidang sosiologi nelayan. Dalam sepuluh  tahun terakhir, rumah tangga nelayan di Indonesia terus menurun. Dari 1,6 juta kepala keluarag (KK) menjadi tinggal 800 ribu KK. Hal itu disebabkan beberapa faktor.

Beberapa di antaranya adalah pengambilan sumber daya alam oleh negara lain, baik secara resmi maupun illegal. Karena itu, lapak tangkapan nelayan diserobot. Selanjutnya adalah semakin minimnya penghasilan nelayan dan besarnya risiko di laut. Lalu, maraknya illegal fishing dengan menggunakan kapal ukuran lebih besar. Dan terakhir adalah teknologi yang lebih canggih juga membuat para nelayan kecil makin sulit mendapatkan ikan di laut.

Sementara itu, dari sisi kemaritiman, Prof. Amin Alamsjah menyatakan bahwa ada tiga potensi besar kelautan yang dimiliki Indonesia. Ketiganya potensi itu adalah produksi ikan tuna, udang, dan rumput laut. Untuk produksi tuna dan udang, ada penurunan sejak tiga tahun terakhir.

Dari ketiga produksi tesrebut, Indonesia adalah negara yang memproduksi rumput laut terbesar di dunia. Namun, 80 persen produksi masih dalam bentuk mentah. Diperlukan adanya inovasi agar produk ekspor Indonesia tersebut diubah dalam bentuk yang lebih bermanfaat.

Ada enam usulan strategis yang disarankan Prof. Amin. Salah satunya adalah transfer teknologi yang dilakukan untuk semua sisi. Baik level sederhana atau basic science, middle science, maupun technologi science.”Semua harus bergerak bersama. Industri dan pihak obat-obatan juga harus bergerak dalam bidang teknologi. Pemerintahan dalam hal ini harus bisa mengom