D-ONENEWS.COM

Tiba di Mamuju, RS Terapung KRI dr Suharso-990 Siap Bantu Korban Gempa

Surabaya (DOC) – Kapal rumah sakit TNI AL atau KRI dr Soeharso-990 (KRI SHS-990) dari Komando Armada II (Koarmada II) telah sandar di Dermaga Lanal Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (19/1).

Pada misi kemanusian di Mamuju, KRI SHS-990 yang berangkat dari Surabaya pada Jumat (15/1) malam, didukung dua helikopter. Kedua helikopter tersebut nantinya akan mengangkut korban gempa yang tidak terjangkau. KRI Soeharso juga membawa 160 personel terdiri dari ABK KRI 94 orang dan Tim Satgas 56 arang.

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda (Laksda) TNI I N.G. Sudihartawan mengatakan KRI SHS-990 yang telah sandar di dermaga Lanal Mamuju dalam rangka Satgas Penanggulangan Bencana Alam di Sulawesi Barat. Rumah sakit apung TNI AL ini tidak hanya membawa obat-obatan dan tenaga medis, namun juga bahan kebutuhan pokok serta peralatan listrik.

“Bantuan yang dibawa KRI dr Soeharso ini dikumpulkan dari berbagai satuan di Koarmada II maupun dari luar,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (19/1).

Rumah Sakit terapung TNI AL KRI SHS-990, lanjutnya, disiapkan sampai waktu tertentu serta digunakan untuk pelayanan kepada masyarakat Sulawesi Barat yang terkena musibah.

Di kapal rumah sakit TNI AL tersebut bisa dilaksanakan operasi kecil bahkan sampai operasi berat. Apabila ada pasien yang tidak dapat ditangani di rumah sakit lapangan daerah, bisa langsung ditangani di rumah sakit terapung TNI AL ini.

Kapal rumah sakit TNI AL KRI SHS-990 yang dikomandani Letkol Laut (P) Agus Joko Sulistya ini menyediakan 1 ruang UGD, 1 ruang ICU, 1 ruang pos operasi, 3 ruang bedah (2 steril, 1 non steril), 6 ruang poliklinik, 14 ruang penunjang klinik dan 2 ruang perawatan dengan kapasitas masing-masing 20 tempat tidur.

Laksda Suihartawan menandaskan sejumlah personel dari berbagai kesatuan yang turut serta di dalam KRI dr Soeharso ini
di antaranya empat personel penyelam, tujuh personel Dinas Komunikasi dan Elektronika (Diskomlek), 17 personel tasiran Dikcabareg, 10 personel penerbang Helly, 12 personel kesehatan, dua personel Dinas Psikologi, empat personel Dispotmar.

Ia berharap, dengan dikirimkannya bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat Mamuju yang pada Jumat (15/1) dini hari dilanda gempa bumi dengan magnitudo 6,2. (ris)

Loading...

baca juga