Surabaya,(DOC) – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat komitmennya terhadap penerapan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) di seluruh lini operasi. Melalui evaluasi kinerja berkala, TTL menjadikan forum tersebut sebagai wadah strategis untuk meninjau implementasi dan tantangan K3L di tiga terminal utama: TPK Nilam, TPK Berlian, dan TPK Lamong.
Transformasi Budaya Keselamatan Jadi Pondasi Kinerja
Langkah yang dilakukan TTL bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi bagian dari transformasi budaya keselamatan yang kini menjadi fondasi utama perusahaan.
Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, menegaskan bahwa fokus evaluasi diarahkan pada tiga pilar utama K3L.
“Kami meninjau isu-isu K3L spesifik di masing-masing terminal, mengukur capaian Key Risk Indicator, serta mengawal implementasi safety transformation. TTL berkomitmen menjaga standar K3L di level tertinggi demi menjamin keamanan dan produktivitas kerja,” ujar Syukur, Kamis (30/10/2025).
Tiga Pilar K3L Berlaku Konsisten
Transformasi budaya keselamatan di TTL bertumpu pada tiga aspek fundamental yang di jalankan secara berkelanjutan, yaitu:
Terminal Sterilization – memastikan tidak ada individu atau kendaraan tanpa izin memasuki area berisiko tinggi. Langkah ini bertujuan meminimalisir potensi insiden yang berasal dari faktor eksternal.
Safety Induction – diberikan kepada seluruh pihak yang beraktivitas di terminal, baik pekerja maupun tamu, agar memahami potensi risiko di lingkungan kerja.
Minimum Requirement for Safety – menekankan pentingnya standarisasi keselamatan melalui penyediaan fasilitas, peralatan, serta peningkatan kompetensi pekerja.
Capaian Signifikan di Tiga Terminal
Hasil evaluasi kinerja menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Ketiga terminal berhasil mencatat peningkatan signifikan dalam implementasi budaya K3L:
TPK Nilam mencatat peningkatan kinerja sebesar 33%. TPK Berlian melonjak hingga 50%. Kemudian TPK Lamong, sebagai pelabuhan utama, membukukan peningkatan tertinggi mencapai 64%.
Peningkatan tersebut membuktikan bahwa transformasi budaya K3L di TTL berjalan efektif sekaligus berkelanjutan.
Keselamatan Jadi Budaya, Bukan Sekadar Prosedur
Menurut Anang Januriandoko, Senior Manager QHSSE PT Terminal Teluk Lamong, evaluasi kinerja K3L menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran kolektif di seluruh lini perusahaan.
“Evaluasi ini menjadi ajang memperkuat budaya keselamatan. Kini setiap individu memiliki kesadaran dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap penerapan K3L,” jelasnya.
Bagi TTL, keselamatan bukan lagi sekadar prosedur, melainkan sudah menjadi budaya kerja yang melekat di setiap aktivitas operasional. Perusahaan berkomitmen tidak hanya patuh terhadap standar K3L, tetapi juga menjadi teladan nasional dalam penerapan budaya kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan di industri kepelabuhanan Indonesia.(ode/r7)





