Wali Kota Eri: Gempur Premanisme dengan Semangat Pancasila

Wali Kota Eri: Gempur Premanisme dengan Semangat Pancasila
Wali Kota Eri: Gempur Premanisme dengan Semangat Pancasila

Surabaya, (DOC) – Pemerintah Kota Surabaya menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Balai Kota, Taman Surya, Senin (2/6/2025). Momentum ini di manfaatkan Wali Kota Eri Cahyadi untuk menyerukan semangat gotong royong, guyub rukun, dan aksi nyata dalam menjaga keamanan kota.

Menguatkan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, Wali Kota Eri menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus di wujudkan dalam tindakan, bukan sekadar slogan. Ia mengajak seluruh warga Surabaya menerapkan prinsip kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Bacaan Lainnya

“Pancasila bukan hanya untuk di ucapkan, tapi untuk di amalkan. Dalam pelayanan publik, birokrasi harus adil. Dalam kehidupan sosial, yang kuat harus membantu yang lemah,” tegas Eri.

Wali Kota Eri juga mengangkat isu ketertiban dan keamanan kota. Ia mengajak warga untuk bersama-sama melawan aksi premanisme, juru parkir liar, pencurian sepeda motor, dan berbagai bentuk gangguan keamanan lainnya.

“Ini waktunya kita bergerak. Gempur premanisme, gempur jukir liar, gempur maling motor. Lawan ketidakamanan dengan semangat kebersamaan,” serunya.

Ia menekankan pentingnya peran kolektif—bukan hanya aparat, tetapi juga masyarakat. Pemkot, Polrestabes, dan Dandim akan turun langsung ke lapangan, namun keberhasilan tergantung pada partisipasi aktif warga.

Lebih jauh, Eri juga menekankan pentingnya peran orang tua. Ia mengingatkan, orang tua bertanggung jawab penuh atas perilaku anak-anaknya di masyarakat. “Kalau anak melakukan kriminalitas, orang tuanya juga kena sanksi. Maka penting mendidik anak dengan nilai Pancasila sejak dini,” ujarnya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini di jadikan tonggak untuk membangun kesadaran kolektif. Eri berharap semangat gotong royong dan kekeluargaan bisa menjadi pondasi dalam menciptakan Surabaya yang aman, tertib, dan sejahtera.

“Pancasila itu pengingat siapa kita, untuk apa kita hidup bersama di Surabaya dan Indonesia. Mari jaga kota ini bersama,” tutupnya. (r6)

Pos terkait