Wali Kota Risma Calon Presiden UCLG-ASPAC, Misinya Jadikan Surabaya Second Home

Foto : para peserta kompak bergandengan di atas panggung pembukaan UCLG ASPAC

Surabaya,(DOC) – Konggres UCLG ASPAC ke 7 di Surabaya , telah resmi dibuka oleh Sekertaris Jendral UCLG ASPAC, Bernadia Irawati, Kamis(13/09/2018).

Forum international yang dilaksanakan di Dyandra Convention Hall Surabaya, akan berlangsung sampai Sabtu(15/9/2018).

Pada kesempatan ini, Presiden UCLG ASPAC, Won Hee Ryong, hadir didampingi Sekjend UCLG ASPAC, Bernadia Irawati yang ditemani oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. 

Acara yang diikuti oleh ribuan Kepala Daerah dari berbagai manca negara, termasuk dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akan membahas agenda utama konggres, yakni memilih Presiden UCLG ASPAC periode 2018-2022.

Foto ; Presiden UCLG ASPAC, duduk ditengah diapit Wali Kota Surabaya dan Sekjend UCLG ASPAC saat menggelar konferensi pers sebelum konggres di buka.

Kepada para awak media, Presiden UCLG ASPAC, Won Hee Ryong, mengaku, Wali kota Tri Rismaharini adalah calon tunggal Presiden UCLG ASPAC periode 2018-2022.

“Sejauh ini kita hanya miliki satu kandidat. Banyak yang berharap beliau jadi presiden UCLG ASPAC dan berharap bisa membawa perubahan,” ungkap Won Hee Ryong.

Won menyatakan, banyak yang sudah dilakukan Risma untuk kesejahteraan warga dan kemajuan kotanya. Menurut dia, sekarang Surabaya telah menjadi nyaman, bersih dan Indah.

“Saya juga berharap Risma menjadi Presiden yang luar biasa” lanjut Won.

Pria yang juga menjabat Gubenur Propinsi Je Ju Korea Selatan itu, menjelaskan, selama 4 tahun terakhir ini, UCLG ASPAC sudah banyak membentuk komite dan juga membuat komitment diberbagai kota-kota  international. 

“Kita inginkan perubahan berupa adanya kerjasama yang lebih besar dan kuat dengan keanggotaan yang lebih besar,” kata Won.

Foto : Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat memberikan sambutan berbahasa Inggris di pembukaan UCLG ASPAC ditahun 2018

Wali kota Tri Rismaharini nampaknya sudah memiliki misi, jika terpilih menjadi  Presiden UCLG ASPAC.

Menurut Risma, kearifan budaya lokal untuk membangun kota akan diperkuat lagi terutama ketahanan kota atau daerah terhadap ancaman bencana.

“Ini keinginan saya, karena saya pernah melihat di Phuket Thailand. Disana warga menanam cemara udang sehingga selamat dari Tsunami,” ujarnya.

Ia menambahkan banyak kota yang sekarang ini dalam kondisi kritis akibat dampak global warming.

“Dengan kearifan budaya lokal, kota bisa melakukan penguatan pembangunan untuk menekan biaya,” jelas perempuan yang syarat dengan berbagai penghargaan ini.

Risma juga menyinggung soal berbagai program lingkungan yang telah digarapnya hingga membuat Surabaya kini nyaman, bersih dan indah.

Dalam sambutannya berbahasa Inggris, Risma menyampaikan cita-citanya untuk kota Surabaya agar bisa di jadikan rumah kedua bagi para anggota UCLG ASPAC nanti.

“Surabaya second home,” pungkas Risma dalam akhir sambutannya di acara pembukaan UCLG ASPAC 2018 yang di gelar di Ballroom Dyandra Surabaya.

Foto : peserta konggres international pose bersama usai pembukaan UCLG ASPAC

Sementara itu Sekjend UCLG ASPAC Bernadia Irawati mengatakan penyelenggaraan konggres di Surabaya sangat diapresiasi oleh para anggota seiring dengan meningkatnya jumlah peserta konggres.

“Kita menargetkan jumlah peserta 800 orang tapi sekarang sudah mencapai 1200 orang yang melakukan registrasi” ungkapnya.

Bernadia menambahkan tema konggres adalah menciptakan inovasi, kota ramah anak dan pembangunan yang berkelanjutan.

“Isu goal menjadi smart city dalam pembangunan kota yang berkelanjutan dengan kearifan budaya lokal akan menjadi bahan yang menarik dalam pembahasan konggres nantinya,” ujarnya. 

Bernadia mengakui kalau banyak kota yang masih belum sustainable, tapi banyak juga kota yang menuju kondisi itu.(rob/r7)