Warga Putat Jaya Mulai Belajar Bahasa Inggris, Rubah Stigma Dolly Menjadi Wisata Edukasi

Surabaya,(DOC) – Ratusan warga gang Dolly atau tepatnya dijalan Putat Jaya C timur Surabaya, terlihat semangat mengikuti program belajar berbahasa Inggris bersama yang digelar diarea perkampungan mereka, Minggu(19/8/2018).

Program ini bertujuan untuk merubah wajah perkampungan Dolly yang dulu sangat tersohor dengan aktivitas prostitusinya.

Perkampungan Dolly atau Putat Jaya, kini memang tengah dipersiapkan sebagai kawasan pendidikan dengan sebutan “Kampung Inggris Surabaya”.  Program kegiatannya yaitu memberikan pendidikan bahasa inggris secara gratis bagi setiap warga kota Surabaya dan masyarakat umum.

Kegiatan belajar berbahasa Inggris yang telah dimulai ini, digelar oleh Dolly English Club bekerjasama dengan Universitas Dr.Soetomo (Unitomo) Surabaya dan diikuti oleh seluruh warga mencapai hampir 800 orang, mulai dari RT-01 sampai RT-06, di wilayah RW 12, Putat Jaya C Timur, kelurahan Putat Jaya, kecamatan Sawahan, Surabaya.

“Para mentor berasal dari dosen dan mahasiswa Universitas Dr.Soetomo, mereka mengajar bahasa Inggris kepada seluruh warga Dolly Surabaya,” ungkap pendiri ‘Kampung Inggris Surabaya’, Wahyu Cahyono, saat di Balai RW-12, Putat Jaya C Timur, Minggu(19/8/2018).

Ia menjelaskan, warga Dolly yang ikut belajar bahasa Inggris berasal dari segala usia, baik orang tua bapak-bapak maupun ibu-ibu, remaja yang duduk di SMP dan SMA, dan anak-anak TK hingga SD.

Kegiatan belajar serentak bahasa Inggris di kampung Dolly, kata Cahyo, merupakan bentuk kegiatan wisata edukasi yang tentunya kedepan sangat bermanfaat bagi warga Dolly pasca ditutup kawasan Dolly oleh Pemkot Surabaya.

“Kita ubah stigma negatif yang dahulu Dolly merupakan kawasan wisata seks, saat ini kita jadikan wisata edukasi dan edutainment,” tegas Cahyo.

Lebih lanjut Cahyo menambahkan, mengapa kini disebut wisata edukasi, karena jika warga Dolly sudah mahir berbahasa Inggris, tidak menutup kemungkinan para warga dapat menyambut wisatawan, baik lokal maupun mancanegara dengan menggunakan bahasa Inggris.

“Dari sini kita bisa kembangkan ekonomi kreatif yang diharapkan berdampak pada pendapatan warga Dolly. Wisatawan yang datang ke Kampung Inggris Dolly bisa setiap saat, tidak hanya malam hari saat Dolly masih menjadi kawasan seks komersial,” jelas Cahyo.

Sementara itu, Ryan mentor dari mahasiswa semester 8 Universitas Dr.Soetomo, mengaku, gembira ketika dirinya diminta membantu mengajar bahasa Inggris di Kampung Dolly. Menurut Ryan, warga cukup antusias belajar berbahasa Inggris dan bersemangat agar cepat bisa.

“Syukur saat kami mengajar, banyak warga di Dolly antusias mengikuti program belajar bahasa Inggris. Materinya tidak rumit, hanya dasar-dasar bahasa Inggris dan percakapan berbahasa Inggris,” kata Ryan.

Ditempat yang sama, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Unitomo, Dr.Meithiana Indrasari, ST.MM, mengatakan, ada 12 mahasiswa dan dua dosen yang dihadirkan untuk membantu proses belajar serentak bahasa Inggris di Kampung Inggris Surabaya hari ini, Minggu (19/08/2018).

“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan terus menerus demi masa depan warga Dolly yang lebih baik lagi, serta mandiri secara ekonomi maupun prestasi di dunia pendidikan,” ungkap Meithiana.(rob/r7)