Wayahe Besuk Kali Brantas, Ecoton Ajak Warga Pulihkan Sungai dari Pencemaran

Wayahe Besuk Kali Brantas, Ecoton Ajak Warga Pulihkan Sungai dari PencemaranSurabaya,(DOC) – Sungai Brantas kini dalam kondisi memprihatinkan. Beban pencemaran yang tinggi menurunkan kualitas airnya. Zat fosfat, nitrit, logam berat, dan mikroplastik mencemari sungai terpanjang di Jawa Timur ini. Akibatnya, ikan sering mati massal, dan PDAM harus bekerja ekstra keras mengolah air agar layak konsumsi.

Gerakan “Wayahe Besuk Kali Brantas”

Dalam rangka HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur, lembaga lingkungan Ecoton menggelar kampanye bertajuk “Wayahe Besuk Kali Brantas”. Melalui aksi ini, Ecoton mengajak warga Jawa Timur menjenguk dan memulihkan Sungai Brantas agar kembali seger waras (sehat).

Bacaan Lainnya

Organisasi ini menuntut pemerintah menegakkan hukum terhadap pencemar, menertibkan bangunan liar, dan menutup tempat pembuangan sampah ilegal. Selain itu, Ecoton juga mendorong masyarakat untuk mengurangi sampah plastik di sepanjang sungai.

Aksi Aktivis di Sungai Brantas Hilir

Sebanyak delapan aktivis Ecoton membawa poster dan menaiki dua perahu karet menyusuri Sungai Brantas Hilir di wilayah Gunungsari, Surabaya. Mereka mengajak masyarakat memperlakukan sungai dengan adil.

“Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur di atas 5,23 persen membawa kesejahteraan. Namun, kemajuan itu tidak boleh mengorbankan ekosistem Brantas. Pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan pemulihan kualitas sungai,” ujar Alaika Rahmatullah, Koordinator Kampanye Ecoton.

Alaika menjelaskan, Sungai Brantas berperan penting bagi kehidupan. Sungai ini mengairi sawah di 16 kota dan kabupaten, menyediakan air baku untuk PDAM di 6 kota, serta menopang ribuan industri manufaktur selama lebih dari 80 tahun.

Namun, banyak industri justru membuang limbah tanpa pengolahan.

“Ironisnya, pabrik yang bergantung pada Brantas malah mencemarinya. Industri kertas, gula, penyedap makanan, tekstil, hingga keramik memakai air sungai, tetapi membuang limbah beracun tanpa diolah,” tegas Alaika.

Tiga Seruan Utama Ecoton

Melalui kampanye “Besuk Sungai Brantas”, Ecoton menyampaikan tiga seruan utama:

  1. Warga Jawa Timur perlu bergotong royong menjaga air Brantas. Hindari membuang sampah ke sungai. Industri wajib mengolah limbah sebelum membuangnya.
  2. Pemerintah harus menata ulang bantaran sungai dan menyediakan ruang tangkapan air di sisi kanan dan kiri sungai.
  3. Pembentukan badan pengelola Sungai Brantas yang memantau kualitas air dan menjaga kelestarian ekosistem.
Baca Juga:  Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur 4 Kilometer ke Tenggara

Ecoton berharap, sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat mengembalikan Sungai Brantas menjadi sumber kehidupan yang bersih dan sehat bagi warga Jawa Timur.(r7)

Pos terkait