Gerakan Hijau ITS: Wujudkan Kampung Hidroponik Surabaya Mandiri Energi

Gerakan Hijau ITS: Wujudkan Kampung Hidroponik Surabaya Mandiri EnergiSurabaya,(DOC) – Senyum kini menghiasi wajah para petani kampung hidroponik di Kelurahan Medokan Ayu, Surabaya. Setelah lama menghadapi biaya listrik tinggi dan risiko gagal panen akibat listrik padam, mereka akhirnya menemukan solusi cerdas dari mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Melalui program Rumah Pengabdian dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FT-EIC), para mahasiswa memasang sistem panel surya berkapasitas 550 Watt-peak (WP) untuk memenuhi kebutuhan listrik kebun hidroponik selama 24 jam penuh.

Bacaan Lainnya

Pengelola Kampung Hidroponik Surabaya, Tianawati, masih mengingat masa sulit sebelum panel surya itu terpasang.

“Kalau listrik mati, saya harus lari ke kebun buat nyiram manual. Kadang pas lagi di pasar, lampu padam, jadi gupuh. Sekarang, Alhamdulillah, lebih tenang,” ujarnya sambil tersenyum lega.

Bagi para petani hidroponik, listrik bukan sekadar penerangan. Pompa air, sistem sirkulasi, hingga nutrisi tanaman seluruhnya bergantung pada aliran listrik yang stabil. Gangguan sekecil apa pun bisa menimbulkan kerugian besar.

Energi Surya untuk Pertanian Berkelanjutan

Ketua pelaksana program Rumah Pengabdian, Ilman Afif Al Arif, menjelaskan bahwa proyek ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap kampung yang memiliki potensi berkelanjutan tinggi.

“Kami memilih energi surya karena ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ini menjawab keresahan ibu-ibu tani soal biaya listrik yang tinggi dan risiko mati lampu,” jelas Ilman.

Sistem ini menggunakan konsep hybrid, yakni kombinasi energi dari PLN dan baterai cadangan. Energi disimpan dalam baterai VRLA 12 volt dan dikelola oleh inverter 2 kilowatt. Listrik dari PLN hanya dipakai ketika daya surya benar-benar habis.

Dengan teknologi tersebut, kebun hidroponik diperkirakan bisa menghemat biaya listrik hingga 50 persen dalam beberapa tahun mendatang. Proyek senilai Rp20 juta ini didukung oleh dekanat FT-EIC ITS dan sejumlah sponsor dari sektor swasta.

Baca Juga:  Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajak Puskesmas Sosialisasikan Bahaya Minuman Ilegal dan Beralkohol

Pelatihan dan Pendampingan Warga

Selain instalasi panel surya, mahasiswa ITS juga memberikan pelatihan perawatan panel dan efisiensi energi kepada warga.

“Ibu-ibu di sini semangat sekali. Kami mulai pelatihan dari pagi sampai siang, menjelaskan satu per satu cara merawat panel dan memantau sistemnya,” tutur Ilman.

Tak hanya itu, mahasiswa juga membantu petani membersihkan kebun, mengatur sistem tanam, serta mengajarkan pemasaran produk lewat media sosial agar jangkauan penjualan semakin luas.

Penasehat LPMK Medokan Ayu, Nanang Andi Hasyim, mengapresiasi kontribusi mahasiswa ITS.

“Jarang ada mahasiswa yang benar-benar memahami kebutuhan masyarakat di lapangan. Kami sangat berterima kasih kepada ITS dan pihak swasta yang sudah mendukung aksi ini,” ujarnya.

Bagi warga Medokan Ayu, inovasi ini menjadi langkah nyata menuju kemandirian energi. Sementara bagi mahasiswa ITS, proyek ini membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dan kepedulian sosial dapat berjalan seiring, menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.(ode/r7)

Pos terkait