44 Ribu Jemaah Tiba di Tanah Air, Debarkasi Surabaya Resmi Tutup Operasional Haji 2026

44 Ribu Jemaah Tiba di Tanah Air, Debarkasi Surabaya Resmi Tutup Operasional Haji 2026
Ilustrasi kepulangan Jemaah Haji Debarkasi Surabaya. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC)Sebanyak hampir 44 ribu jemaah haji dan petugas kini telah kembali ke tanah air. Kedatangan kelompok terbang (kloter) terakhir ini sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian operasional Debarkasi Surabaya pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Proses penutupan operasional berlangsung khidmat pada Rabu (1/7/2026) seiring mendaratnya Kloter 116 sebagai rombongan pamungkas sekitar pukul 15.00 WIB. Pemulangan yang berlangsung di tengah cuaca fluktuatif musim libur sekolah ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar selama 31 hari penuh.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil memulangkan total 43.895 orang ke tanah air.

“Alhamdulillah, operasional Debarkasi Surabaya Tahun 2026 telah selesai dilaksanakan dengan baik. Total yang berhasil kita pulangkan mencapai 43.895 orang, terdiri dari 43.132 jemaah haji dan 763 petugas,” ujar Anam.

Angka tersebut mencakup hampir 100 persen dari target awal sebanyak 44.000 jemaah dan petugas. Adapun selisih 106 orang yang belum bisa kembali bersama rombongan disebabkan oleh berbagai faktor operasional, mulai dari jemaah yang wafat di Arab Saudi hingga jemaah yang masih harus menjalani perawatan medis intensif.

Secara keseluruhan, mobilitas udara selama proses pemulangan dinilai cukup sukses. PPIH Debarkasi Surabaya mencatat 91 penerbangan tiba tepat waktu (on-time), 13 penerbangan berhasil mendarat lebih cepat dari jadwal, dan 11 penerbangan mengalami keterlambatan (delay).

Selama kurun waktu penutupan, terjadi dinamika data yang dinamis. Tercatat ada 332 mutasi keluar, yang meliputi 74 jemaah wafat di Arab Saudi, 44 jemaah masih dirawat di RS Arab Saudi, 10 jemaah tunda pulang, 10 jemaah pulang mandiri, 95 jemaah pindah kloter, serta penyesuaian kursi kosong dan operasional. Sebaliknya, terdapat 129 mutasi masuk untuk mengoptimalkan kapasitas operasional antar-kloter.

Baca Juga:  Tandai Fase Pemulangan, Kloter Pertama Debarkasi Surabaya Tiba di Bandara Juanda

Meski gerbang debarkasi telah resmi ditutup, PPIH mencatat masih ada 17 jemaah asal Debarkasi Surabaya yang tertinggal di Arab Saudi karena faktor kesehatan. Mereka akan segera dipulangkan secara bertahap setelah mendapat rekomendasi layak terbang dari tim medis setempat.

Di balik kesuksesan memulangkan puluhan ribu jemaah, duka tetap menyelimuti penyelenggaraan tahun ini. PPIH mencatat ada enam jemaah yang meninggal dunia saat proses pemulangan ke tanah air.

Salah satu jemaah, Hery Widianto asal Kota Malang, dilaporkan wafat di dalam pesawat saat perjalanan menuju Indonesia. Sementara lima jemaah lainnya mengembuskan napas terakhir setelah sempat mendapat perawatan medis di tanah air, yaitu:

1. Wayan Rohani Suwasti (Kota Malang)

2. Kasijatin Tiba (Kota Pasuruan)

3. Darsiman Samsuri (Kabupaten Tuban)

4. Marsinah Marjan (Kabupaten Bojonegoro)

5. Sri Oetarti (Kota Surabaya)

PPIH memastikan seluruh pemenuhan hak-hak jemaah yang wafat, termasuk penanganan jenazah dan asuransi, akan diselesaikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menutup operasional haji 2026, Anam menyampaikan apresiasi tertinggi kepada seluruh unsur yang terlibat mulai dari TNI-Polri, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga maskapai penerbangan. Evaluasi total tetap akan dilakukan demi mewujudkan pelayanan haji yang semakin profesional, cepat, dan humanis di masa depan.

Pos terkait