
Surabaya, (DOC) – Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi wadah berkeluh kesah. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI 2026 di Kota Medan, organisasi yang menaungi 98 pemerintah kota ini bertekad melahirkan inovasi dan solusi konkret demi mendukung pembangunan nasional.
Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini dihadapkan pada tantangan kompleks. Mulai dari penanganan bencana, pengurangan Transfer ke Daerah (TKD), efisiensi anggaran, belanja pegawai, hingga pengelolaan sampah.
“Kita diciptakan bukan untuk berkeluh kesah, tapi untuk terus berinovasi dan membangun kekuatan dengan bersinergi antar-kota,” ujar Eri.
Dalam Rakernas ini, APEKSI membahas sejumlah isu krusial, seperti revisi UU Pemerintahan Daerah, UU Hubungan Keuangan Pusat-Daerah (HKPD), ketahanan pangan, penguatan PAD, hingga implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN).
Kolaborasi antar-kota diwujudkan nyata melalui pemanfaatan bersama inovasi digital untuk menggenjot PAD, di antaranya, digitalisasi sistem parkir (menaikkan PAD 30%), apliakasi perpajakan PERSADA, aplikasi optimalisasi pajak Qresto.
Eri menegaskan, aplikasi-aplikasi ini siap dihibahkan secara gratis kepada kota lain yang membutuhkan agar daerah tidak perlu membangun sistem dari nol.
Inovasi kota-kota APEKSI kini mulai direplikasi oleh dunia internasional. Beberapa wilayah luar negeri yang belajar ke Indonesia antara lain Moro (Filipina), Shaviyani dan Laamu Atoll (Maladewa) yang belajar ke Denpasar dan Malang, serta kerja sama Mojokerto dengan ITPC di Nagoya (Jepang).
Selain teknologi, APEKSI mendorong penguatan city branding untuk mendongkrak daya saing dan PAD, seperti yang sukses diterapkan oleh Singkawang, Tidore, dan Ternate.
Melalui Rakernas XVIII, para wali kota merumuskan rekomendasi strategis terkait regulasi TKD, kebijakan fiskal, dan implementasi PSN untuk diserahkan kepada pemerintah pusat.
“Kita tidak hanya menyampaikan masalah, tetapi juga solusi. Karena APEKSI bukan tempat mengeluh, melainkan wadah yang memberikan solusi. Negara ini akan berdaulat kalau kota-kotanya kuat,” pungkas Eri sesuai dengan tema Rakernas, “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”.





