
Surabaya,(DOC) – Kurang lebih 50 orang manager pelayanan dan operasional PDAM Surya Sembada melakukan pantuan meter pencatat pemakaian air dikawasan industry yakni Surabaya Industrial Estate Rungkut(SIER) dan Margomulyo, Senin(2/4/2018).
Diduga, minimnya pemakaian air pelanggan industry di kawasan SIER dan Margomulyo adalah penyebab tingginya tingkat kehilangan air produksi PDAM selama ini.
“Salah satu contoh yaitu komplek ruko yang baru saja dibangun dan belum beraktivitas. Dulu, dilokasi ini ada sebuah usaha yang menggunakan air cukup tinggi. Jadi bisa diartikan, di sini tidak ada pencurian air,” kata Agus.
Para manager PDAM ini memantau 18 titik lokasi industry di SIER dan Margomulyo yang penggunaan rekening airnya minim. Mereka akan me – data persoalan-persoalan yang janggal terkait dengan minimnya tagihan penggunaan air produksi PDAM Surya Sembada.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah personil kepolisian juga dilibatkan untuk menindak langsung penemuan pencurian air. Namun jika pemakaian minim penyebabnya adalah meter air yang rusak, maka petugas PDAM akan segera menggantinya.
“Memang ada yang cukup lama belum diganti. Makanya, dipertanyakan kenapa kok gak segera diganti,” ungkapnya.
Berdasarkan data pelanggan, terdapat 107 ribu meter air yang macet dan harus segera diganti. Dari jumlah tersebut, sekitar 3 ribu meter air bermasalah berada di kawasan Industri SIER dan Margomulyo.
Sampai akhir tahun 2017 lalu, tingkat kehilangan air PDAM masih tinggi yaitu sebesar Rp. 300 milliar atau 33 persen. Untuk meminimalisir kebocoran air, rencananya PDAM akan memasang automatic reading meter (ARM) atau alat yang bisa membaca pemakaian air pelanggan secara online. Mengingat ada dugaan, bahwa tingginya kebocoran air ini, karena ulah oknum petugas PDAM yang memanipulasi tagihan rekening air milik pelanggan.(rob/r7)