70 Persen Program Bongkar Ratoon Nasional Dijalankan Jatim

70% Program Bongkar Ratoon Nasional Dijalankan Jatim

Surabaya,(DOC) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan penuh provinsinya dalam mendukung program Bongkar Ratoon Tebu Rakyat, salah satu langkah strategis menuju swasembada gula nasional pada 2026. Hal itu di sampaikan Khofifah saat memimpin Rapat Koordinasi bersama PT. Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Selasa malam (22/7/2025), di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Bacaan Lainnya

Rapat turut di hadiri Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Sekdaprov Adhy Karyono, serta jajaran pejabat terkait.

“Jawa Timur siap melaksanakan seluruh detail plan yang di siapkan pemerintah pusat. Ini akan kami lanjutkan ke forum Bupati/Wali Kota se-Jatim untuk percepatan,” tegas Khofifah.

Berdasarkan data PT SGN, program nasional Bongkar Ratoon dan ekstensifikasi 2025 menargetkan 100.000 hektare lahan, dan 70 persen di antaranya—yakni 69.769 ha—berada di Jawa Timur.

Dengan luas lahan tebu saat ini mencapai 238.135,6 ha, produksi gula Jatim menyumbang 51,87 persen dari total nasional. Angka ini menjadikan Jatim sebagai provinsi kunci dalam misi swasembada.

Khofifah juga menyoroti pentingnya kepastian offtaker bagi hasil panen petani. Ia mendorong komitmen hukum dari Menteri Pertanian agar petani merasa aman dan semangat dalam budidaya tebu.

“Petani tebu butuh jaminan. Tebu mereka harus pasti di beli dengan harga komersial,” ujarnya.

Ia juga meminta agar pembagian wilayah lahan mempertimbangkan prinsip keadilan dan efisiensi, terutama di wilayah-wilayah dengan lahan tebu luas yang berbatasan langsung dengan milik warga.

Penyesuaian Wilayah dan Dekat Pabrik Gula

Khofifah mendorong agar pembagian lahan dan pelaksanaan program mempertimbangkan kedekatan dengan pabrik gula setempat di tiap kabupaten/kota. Menurutnya, ini penting untuk efisiensi distribusi dan produksi.

“Semoga seluruh upaya ini bisa mempercepat capaian swasembada gula nasional di 2026,” tutupnya.

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, mengapresiasi antusiasme Jatim dalam menyukseskan program ini. Ia menyebut hampir 70 ribu hektare lahan tebu di Jatim memerlukan kolaborasi lintas sektor untuk bisa di siapkan hanya dalam lima bulan.

Baca Juga:  PKK Lumajang Kampanyekan Stop Boros Pangan

“Ekosistem yang di bangun Ibu Gubernur luar biasa. Ini akan mendorong percepatan,” ujar Mahmudi.

Rapat ini juga di hadiri Plt Dirjen Perkebunan Kementan RI Dr. Abdul Roni Angkat, Staf Khusus Menteri Pertanian Haris Darmawan, serta jajaran OPD Pemprov Jatim terkait. (r6)

Pos terkait