Pemkot Surabaya dan DWP Dispendik Gelar Baksos HAN 2025, Bantu 347 Siswa dan Dukung Pendidikan Inklusif

Pemkot Surabaya dan DWP Dispendik Gelar Baksos HAN 2025, Bantu 347 Siswa dan Dukung Pendidikan InklusifSurabaya,(DOC) – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025 dan momentum bulan Muharram, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan (Dispendik) menggelar bakti sosial di SMPN 12 Surabaya, Rabu(23/7/2025).

Mengusung tema “Indahnya Berbagi Kisah di Hari Anak Nasional, Wujudkan Impian Anak Surabaya Hebat – Pendidik Inklusif untuk Semua, Tidak Ada Anak Tertinggal”, kegiatan ini memberikan bantuan kepada 347 siswa dari jenjang SD hingga SMP di Surabaya.

Bacaan Lainnya

Bunda Guru Kota Surabaya, Rini Indriyani, menyampaikan bahwa baksos ini adalah agenda rutin DWP Dispendik sebagai wujud perhatian kepada anak-anak, khususnya yang kurang beruntung.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sekolah hadir untuk semua anak, termasuk anak yatim piatu dan anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka harus punya kesempatan pendidikan yang sama,” tegas Bunda Rini.

Ia memastikan anak-anak tersebut akan terus mendapat dukungan pendidikan hingga jenjang SMA dan perguruan tinggi.

“Saya sudah minta Dinas Pendidikan memprioritaskan mereka agar tidak putus sekolah. Mereka punya hak dan potensi untuk sukses seperti anak lainnya,” lanjutnya.

Bantuan Langsung untuk Siswa

Bantuan yang di berikan meliputi tas sekolah, perlengkapan belajar, dan uang tunai, di sesuaikan dengan kebutuhan awal tahun ajaran baru.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian HAN 2025 versi Pemkot Surabaya, yang memfokuskan program pada dampak langsung ke anak-anak.

“Kami tidak hanya mengikuti program pusat, tetapi juga membuat kegiatan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan anak-anak Surabaya,” ujar Rini.

Sejak pagi, Bunda Rini telah menghadiri lima agenda yang semuanya berpusat pada kegiatan anak. Ia berharap peringatan HAN tidak hanya di peringati secara simbolik setiap 23 Juli.

“Bagi saya, setiap hari adalah Hari Anak. Anak-anak harus selalu mendapat perhatian dan kasih sayang,” tuturnya.

Sebagai Bunda Guru, ia juga menegaskan pentingnya kesejahteraan guru dalam mendidik anak.

Baca Juga:  Tugu Lansia Didirikan di Kelurahan Balongsari Surabaya

“Kalau guru bahagia, anak-anak akan dididik dengan baik. Dan kalau anak-anak di rangkul dengan kasih sayang, mereka bisa tumbuh jadi pribadi hebat,” ujarnya.

Menurut Rini, keberhasilan pendidikan adalah hasil kolaborasi banyak pihak.

“Ini bukan cuma tugas sekolah. Kami libatkan PKK, PAUD, dan berbagai elemen masyarakat. Kami ingin menyentuh anak, guru, dan orang tua sekaligus,” pungkasnya.(r7)

Pos terkait