
Surabaya,(DOC) – Demo mahasiswa dalam aksi #SurabayaMenggugat di DPRD Jawa Timur secara umum berlangsung aman. Namun polisi dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak ternyata mengamankan sekitar 90 anak yang diketahui sebagai pelajar, Kamis (26/9/2019).
Mereka terdiri dari siswa SMP dan SMK yang kepergok membawa senjata tajam dan kembang api saat hendak mengikuti aksi demo di gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura.
“Mereka adalah pelajar dari Tuban, Lamongan, Gresik, Sidoarjo dan sekitarnya,” ungkap Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto.
Ia menjelaskan 90 siswa ini diamankan dari tempat yang berlainan, tetapi mereka datang secara berkelompok. Dari jumlah itu, di antaranya diamankan di sekitar pom bensin Jalan Jakarta dan
30 anak (sebagian siswa SMK) diamankan di sekitar makam Mbah Ratu. Sisanya, diamankan di sekitar pos Palembung.
Menurut Antonius Agus Rahmanto, mereka diamankan saat berkumpul hendak berangkat menuju gedung DPRD Jatim. Dikatakan, mereka tergerak untuk ikut demo karena ada postingan ajakan unjukrasa melalui grup whatsapp (WA).
“Mereka sudah kami tanyai, mau apa? Katanya mau ikut demo. Demo apa? Pokoknya demo,” terangnya.
Akhirnya mereka diamankan. Ternyata setelah dicek, diketahui ada empat yang tiga di antaranya membawa senjata tajam dan satu pelajar membawa kembang api. “Kembang apinya besar,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun, siswa yang membawa senjata tajam adalah JS (16), siswa kelas 2 SMKN Sedayu, Gresik, AN (17), asal Blimbing Lamongan, MN (16) asal Lamongan.
Senjata tajam yang dibawanya adalah jenis celurit. Sementara yang membawa kembang api adalah FR (15) siswa SMP asal Sidotopo, Surabaya.
Antonius Agus Rahmanto menambahkan mereka juga datang dengan sudah dibekali dengan tulisan-tulisan. “Tulisan tersebut tak pantas untuk anak-anak SMP, SMA ini,” katanya.
Ia berharap ke depan tidak ada lagi murid sekolah SMP, SMA yang ikut-ikutan demo. Sedangkan untuk para siswa tersebut, mereka akan dipulangkan setelah dilakukan pendataan dan dijemput oleh orang tuanya masing-masing.(hadi)





