Ponorogo (DOC) – Musibah tanah longsor terjadi di wilayah kecematan Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (23/10) malam. Tepatnya di Desa Talun sekitar Gunung Banyon.
Penduduk di lereng Gunung Banyon, terpaksa mengungsi di Balai Desa Talun, rumah Kepala Desa dan SDN 1 Talun, Ngebel.
Petugas BPBD Ponorogo mengabarkan, bahwa longsor susulan mengancam daerah tersebut, apabila intensitas hujan masih tinggi.
Menurutnya, di puncak longsor Gunung Banyon itu, masih banyak material dan air yang berpotensi terjadinya longsor susulan.
“Sehingga dengan hujan intensitas tinggi, maka akan terjadi lonsor susulan,” terang Hadi salah satu petugas BPBD Ponorogo, Senin (24/10).
Ia menambahkan, pusat longsoran di Gunung Banyon, merupakan retakan tanah lama, yang muncul di tahun 2016 silam. Sehingga di setiap turun hujan lebat, di perkirakan retakan semakin parah hingga mengakibatkan longsor Minggu (23/10) kemarin malam.
“Semenjak itu, pemukiman warga di lereng Gunung Banyon berstatus zona merah,” tambahnya.
Sementara itu mengenai penanganan pengungsi, pihak BPBD Ponorogo sudah mendirikan dapur umum, membuka layanan kesehatan dan memberikan selimut. Jumlah pengungsi tercatat sebanyak 280 orang dan masih tersisa 2 kepala keluarga yang bertahan di rumahnya.
“Kita terus mengimbau untuk mengungsi, jika turun hujan lebat. Atau meninggalkan rumah mencari tempat yang lebih aman,” pungkasnya.