Sambut 1 Muharram, Warga Desa Penanggal Berebut 41 Gunungan Hasil Bumi

Lumajang,(DOC) – Memasuki bulan Suro atau 1 Muharram 1445 Hijriyah, berbagai wilayah di pulau Jawa melaksanakan kegiatan ritual tahunan sesuai dengan tradisi di daerahnya.

Seperti di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang melaksanakan tradisi menyambut bulan Muharram dilakukan dengan melaksanakan Ritual Ruwat Air dan Kirab Tumpeng, di Pemandian Alam Tirtosari, Rabu (19/7/2023).

Bacaan Lainnya

41 gunungan hasil bumi warga Desa Menawan, Kecdiarak sebelum akhirnya menjadi rebutan warga dalam acara gerebek satu Muharram atau Tahun Baru Islam.

Tiba di Pemandian Alam Tirtosari gunungan hasil bumi akhirnya menjadi rebutan ratusan warga yang sudah lama menunggu.

Gunungan itu berisi hasil bumi Desa Penanggal, semisal kacang-kacangan, ketela, jagung, aneka sayuran dan buah-buahan.

Setelah diarak ke halaman pemandian Tirtosari, gunungan diperebutkan warga untuk dibawa pulang.

Kepala Desa Penanggal Cik Ono menjelaskan, tujuan kegiatan ruwat air ini agar masyarakat lebih menyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT atas limpahan air yang ada di desa Penanggal.

“Ruwat air ini bertujuan untuk berdoa bersama dan ungkapan syukur atas lancarnya sumber mata air yang selama ini telah mengairi sawah, untuk kesejahteraan dan keselamatan seluruh warga dari segala penyakit dan bencana,” ungkapnya.

Cik Ono berharap ruwat air tujuan desa Penanggal agar dijauhkan dari bala bencana, musibah, seperti banjir, longsoran selama ini mengintai desa Penanggal.

“Dimana desa Penanggal sangat dekat dengan gunung Semeru,” tuturnya.

Sementara itu, Seorang warga, Anita mengatakan, tradisi kirab dan berebut gunungan selalu dinanti warga.

“Kami senang bisa dapatkan hasil bumi. Dapat kacang panjang, wortel, terong, tomat. Saya bawa pulang, mau dimasak sayur buat makan keluarga,” ujarnya.(mam)