TPS Dorong Literasi Pengelolaan Sampah, Warga Sidotopo Wetan Belajar ke Bank Sampah Perak Barat

TPS Dorong Literasi Pengelolaan Sampah, Warga Sidotopo Wetan Belajar ke Bank Sampah Perak Barat

Surabaya,(DOC) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan edukasi pengelolaan bank sampah yang melibatkan warga RW 10 Kelurahan Sidotopo Wetan, Surabaya.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini menjadi ajang berbagi praktik baik (best practice) dari Bank Sampah Gotong Royong RW 03 Kelurahan Perak Barat yang telah berkembang secara berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut, perwakilan warga RW 10 melakukan kunjungan belajar untuk melihat langsung sistem pengelolaan bank sampah berbasis komunitas yang telah tertata rapi dan memberikan nilai ekonomi bagi warga.

Bank Sampah Gotong Royong RW 03 Perak Barat merupakan hasil kolaborasi TPS bersama Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) yang diinisiasi sejak 2024. Seiring waktu, bank sampah ini tumbuh menjadi model pengelolaan sampah yang produktif, partisipatif, dan berdampak nyata terhadap kualitas lingkungan serta peningkatan ekonomi masyarakat.

Melalui sesi edukasi dan diskusi interaktif, pengelola bank sampah berbagi pengalaman mulai dari proses pembentukan, tata kelola organisasi, mekanisme pemilahan dan pengumpulan sampah, hingga strategi pengembangan produk daur ulang. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya partisipasi warga, kedisiplinan dalam memilah sampah, serta pengelolaan administrasi yang transparan.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), khususnya pada aspek lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami mendorong terjadinya proses saling belajar antarwarga. Keberhasilan Bank Sampah Gotong Royong RW 03 Perak Barat diharapkan dapat menginspirasi wilayah lain, termasuk RW 10 Sidotopo Wetan, dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri, terstruktur, dan bernilai ekonomi,” ujarnya, Minggu (26/4).

Ia menambahkan, TPS tidak hanya menyediakan fasilitas dan pendampingan, tetapi juga membangun ekosistem kolaboratif agar praktik pengelolaan bank sampah dapat direplikasi di berbagai wilayah sekitar pelabuhan.

Baca Juga:  Investasi Sembako Murah Berujung Penipuan, Warga Surabaya Rugi Rp1,5 Miliar

Melalui kegiatan ini, warga RW 10 Sidotopo Wetan diharapkan memperoleh gambaran komprehensif mengenai pendirian dan pengelolaan bank sampah, mulai dari aspek kelembagaan hingga pengembangan nilai tambah dari sampah terpilah. Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakt dalam mengelola sampah dari sumbernya sekaligus memperkuat ekonomi sirkular di tingkat komunitas.

Lurah Perak Barat, Saefudin Zuhri, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai upaya mendorong kolaborasi antarwilayah di Kota Surabaya.

“Kami menyambut baik kehadiran warga RW 10 Sidotopo Wetan yang ingin belajar langsung. Keberhasilan bank sampah ini tidak lepas dari keterlibatan aktif warga dan dukungan berbagai pihak. Kami berharap praktik baik ini dapat direplikasi sehingga semakin banyak wilayah mampu mengelola sampah secara mandiri, tertib, dan bernilai ekonomi,” katanya.

TPS menegaskan akan terus mendukung inisiatif lingkungan berbasis masyarakat sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (r6)

Pos terkait