Mensos Risma Lebaran di Paris, Jadi Pembicara Forum Infrastruktur

Mensos Risma Lebaran di Paris, Jadi Pembicara Forum InfrastrukturParis, (DOC) – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini merayakan Lebaran Idul Fitri di Paris, Perancis.

Mensos Lebaran di Paris sambil menjadi pembicara pembuka hari kedua. Forum Infrastruktur Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), Rabu(10/4/2024).
Forum tersebut mengambil topik “Critical Infrastructure Resilience.” Akibat adanya peningkatan bencana terkait global warming. Seperti badai, banjir, longsor, kebakaran, dan  gempa yang berpengaruh terhadap kemampuan infrastruktur.
Forum ini membahas pula, bagaimana dampak dari kegagalan infrastruktur, bencana alam, pandemi, dan serangan cyber.
Ketika menjabat sebagai Wali Kota Surabaya periode 2010-2020, Mensos Risma telah di undang OECD untuk menjelaskan soal Pembangunan Kota Surabaya.
Pada tiga tahun terakhir, saat sudah menjabat sebagai Mensos, ia pun sering di undang berkali-kali sebagai pembicara berbagai topik bahasan. Mulai dari Inklusivitas Sosial dan Startup yang berdampak Sosial. Global Value Chain, sampai Forum Infrastruktur yang di hadirinya sekarang ini.
Dalam forum tersebut, Mensos memaparkan soal kepastian ketahanan infrastruktur terhadap cuaca untuk semua masyarakat.
Menurut Mensos, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang berada di ring of fire atau gugusan gunung berapi.
Pemanasan global telah membawa dampak signifikan untuk Indonesia. Seperti banjir, kekeringan, gelombang panas dan badai. Sampai pada hilangnya potensi ekonomi di bidang pertanian dan pariwisata. Bahkan hingga ancaman terhadap kesehatan masyarakat.
Indonesia terus di terpa berbagai bencana alam seperti gempa bumi, erupsi gunung api dan tsunami.
Mensos mengatakan, selama tahun 2023, Indonesia menghadapi sekitar 5.400 bencana alam, gempa bumi, erupsi gunung berapi, banjir, cuaca ekstrem, longsor dan kebakaran hutan.
Kondisi geografi dan kerentanan menghadapi bencana, membuat Indonesia harus memiliki ketahanan terhadap bencana. Mengingat potensi gangguan dan risiko kegagalan infrastruktur sangatlah besar.

Bacaan Lainnya
Kemensos Dirikan Ratusan Lumbung Sosial

Untuk meminimalisir dampak bencana ke masyarakat, Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyiapkan sistem lumbung sosial.
Lumbung sosial tersebut sekarang telah terbentuk sebanyak 613 unit yang tersebar di 29 provinsi se-Indonesia.
Selain itu, ia melalui Kemensos juga menyiapkan buffer stock atau stok penyangga yang sudah tersebar di 328 kota/kabupaten. Tujuannya untuk membantu logistik di saat terjadinya bencana dan pasca bencana.
Lumbung sosial itu berisi makanan, pakaian, tenda, pengolahan air minum, dapur umum dan sarana kebersihan. Di antaranya mesin cuci, sistem penerangan menggunakan energi matahari, dan toilet portabel.
Berbagai macam logistik tersebut, kata Mensos, sangat di butuhkan agar aktivitas kehidupan warga kesehariannya dapat tetap berlangsung.
Kemensos juga menyiapkan trauma healing, tempat ibadah sementara, dan sekolah darurat  yang di selenggarakan saat penanganan bencana.
Penanganan pasca bencana, Kemensos memberikan bantuan rumah tahan gempa sampai pelatihan usaha yang kondisinya baru di rintis sebagai upaya pemulihan kehidupan masyarakat.
Dalam hal pengendalian penanganan dampak bencana, Kemensos menghimpun 25.008 petugas Tagana(Taruna Siaga Bencana) dan di bantu 49.916 pendamping sosial yang terhubung dalam sistem Command Center secara digital.
Integrasi dengan BMKG, menurut Mensos, telah memungkinkan menggerakkan sumber daya. Seperti pemberian perintah dari direktorat-direktorat di lingkup Kemensos, 37 unit pelaksana teknis (sentra dan balai besar), sampai ke Tagana dan Pendamping Sosial.
Sekaligus memungkinkan setiap sumber daya manusia dapat memberikan laporan secara cepat sekitar 10 menit.

Baca Juga:  Mensos Resmikan Lagi SKA BBRSPDI Kartini di Temanggung
Penangan Bencana di Indonesia Bisa Jadi Contoh

Moderator OECD Elsa Pilichowski berpendapat negara-negara OECD harus saling belajar satu-sama lain. Indonesia adalah salah satu yang bisa di contoh dan di pelajari upaya penanganan bencananya.  “Negara-negara anggota OECD harus belajar bersama untuk menghadapi tantangan yang akan datang. Kita bisa belajar salah satunya dari Indonesia,” tutur Elsa.
Elsa juga mengapresiasi upaya-upaya yang telah di tempuh Kemensos dalam menangani bencana di Indonesia.  “Tentu saja penanganan bencana sangat menantang. Upaya yang di lakukan sangat mengesankan. Seperti adanya Command Center dan lainnya,” pungkas Elsa.(hm/r7)

Pos terkait